PERTANIAN

Gunung Kidul Lakukan Percepatan Tanam Padi dan Palawija

MONITOR, Yogyakarta – Sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo pada saat teleconference dengan Kepala Dinas Pertanian se Indonesia pada 14 april 2020 bahwasanya daerah harus bisa menjaga ketersediaan pangan bagi rakyatnya dalam rangka antisipasi dampak covid 19. Sebagai langkah tindaklanjutnya Kementan mendorong percepatan tanam tanaman pangan padi dan palawija.

Salah satunya yang sudah melakukan di Gunung Kidul, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunung Kidul juga telah meminta wilayah binaanya segera melakukan percepatan musim tanam kedua 2020 dengan himbauan percepatan olah lahan, gerakan tanam padi di lahan yang ada sumber air atau tanam palawija di lahan tadah hujan , penanaman sayuran dan empon empon di pekarangan petani, serta menyimpan hasil panen untuk cadangan pangan kedepan.

Oleh karena hal tersebut Kepala DPP bersama Bidang Tanaman Pangan melaksanakan pemantauan pelaksanaan gerakan tanam di beberapa wilayah Kecamatan.

Di dusun Klepu, Tambakromo, Kecamatan Ponjong berbatasan dengan Kabupaten Wonogiri dan Kecamatan Semin sekelompok petani sedang melakukan penanaman padi seluas 30 Ha.

Wiyono (44) salah seorang petani menyatakan bahwa di desanya baru saja panen raya padi, dirinya pada musim tanam pertama mendapatkan 60 sak (1,8 ton) gabah dari lahan miliknya, sekarang segera tanam kembali setelah persemaian padinya cukup umur untuk dipindah.

Selanjutnya di dusun Jelok, Pundungsari, Semin para petani juga sedang giat menanam kembali tanaman padi di musim tanam kedua kurang lebih 25 ha, para petani memanfaatkan sumber air sungai dengan pompa air yang tersedia untuk mengairi lahannya.

Bambang Wisnu Broto Kadis Pertanian dan Pangan dalam pesannya kepada para petani yang dijumpai menyatakan kegembiraanya atas hasil panen para petani di musim pertama yang berlimpah, juga ucapan terima kasih kepada para petani telah mengikuti himbauan Dinas lewat para petugas pertanian dan penyuluh lapangan untuk segera melakukan tanam kembali.

Selain itu, Bambang berpesan untuk para petani agar memanfaatkan pekarangan dengan menanam empon empon dan sayuran.

“Sampai akhir Maret luas tambah tanam padi di musim kedua mencapai 3.014 Ha, sedang sampai minggu kedua April sesuai laporan utama pertanian yang dilaporkan para penyuluh ada tambahan 3.552 ha sehingga total pertanaman padi sampai dengan bulan April di musim tanam kedua ada 6.566 Ha”, ujarnya.

Sesuai arahan Dirjen Tanaman Pangan Suwandi bahwa lahan harus dimanfaatkan seoptimal mungkin.

“Setelah dilakukan panen, jangan biarkan lahan nganggur terlalu lama. Segera lakukan tanam supaya lahan selalu produktif,” ujar Suwandi.

Suwandi pun mendorong semua daerah untuk segera tanam, apalagi di musim Pandemi Covid ketersediaan beras menjadi hal yang utama untuk menjaga kestabilan ekonomi negara.

Recent Posts

Kemenhaj Perkuat Layanan Haji Inklusif bagi Lansia dan Disabilitas

MONITOR, Jakarta - Direktorat Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj)…

53 menit yang lalu

Menkeu Purbaya Pimpin Sidang Debottlenecking, Percepat Izin Investasi

MONITOR, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memimpin jalannya Sidang Debottlenecking yang ke-5…

3 jam yang lalu

Mudik 2026, Masjid Bekasi Sediakan Tempat Istirahat dan Takjil 24 Jam

MONITOR, Jakarta - Program Masjid Ramah Pemudik mulai beroperasi di sejumlah wilayah. Di Bekasi misalnya,…

5 jam yang lalu

Tercatat 24 Ribu Jemaah Umrah Indonesia Berhasil Pulang ke Tanah Air

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia melalui Staf Teknis Urusan Haji terus…

8 jam yang lalu

DPR Desak ASDP Perketat Keamanan Kapal Merak-Bakauheni Jelang Mudik

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi V DPR RI Novita Wijayanti mendorong PT ASDP Indonesia Ferry…

14 jam yang lalu

Konflik Timur Tengah Memanas, Komnas Haji: Keputusan Arab Saudi Jadi Penentu Keberangkatan Haji 2026

MONITOR, Ciputat – Menjelang pemberangkatan kelompok terbang (kloter) perdana ibadah haji 2026 M/1447 H yang…

19 jam yang lalu