Penggiat media sosial Denny Siregar (dok: medcom)
MONITOR, Jakarta – Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Keuangan, Andi Taufan Garuda Putra, akhirnya meminta maaf secara terbuka lantaran telah membuat gaduh publik terkait surat edaran yang ditujukan kepada camat seluruh Indonesia.
Sebagaimana diketahui, dalam surat itu Andi menitipkan perusahaannya yakni PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) kepada camat se-Indonesia untuk menjalankan program Relawan Desa Lawan Covid-19 dari Kementerian Desa PDT di daerah Jawa, Sulawesi dan Sumatera.
Terkait hal ini, pengamat media Denny Siregar menilai tidak cukup permintaan maaf dilayangkan oleh Andi Taufan. Ia mengatakan Andi harus mundur secara terhormat supaya bisa dijadikan contoh bagi yang lainnya.
“Itu stafsus milenial Jokowi yang kemarin kirim surat ke camat pake kop surat istana, mending mundur sajalah,” kata Denny Siregar dalam keterangannya di Twitter, Rabu (15/4).
“Mundur sambil minta maaf lebih terhormat dan bisa jadi contoh,” tambahnya.
Ia mencontohkan pejabat di Jepang, lanjut dia, jika berbuat kesalahan secara langsung mengundurkan diri.
“Seperti pejabat Jepang kalau merasa sudah buat kesalahan. Gak usah pake harakiri, itu bukan budaya kita,” tandasnya.
MONITOR, Cirebon — Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Kamarudin Amin, menegaskan bahwa Pusat Studi Gender dan Anak…
MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menghadiri upacara peringatan ke-80 Hari Bhayangkara Tahun…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, menyampaikan duka cita mendalam…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi II DPR Muhammad Khozin meminta pemerintah pusat untuk segera mengkonkretkan…
MONITOR, Jakarta - Memperingati Hari Bhayangkara ke-80, analis intelijen, pertahanan, dan keamanan, Dr. Ngasiman Djoyonegoro…
MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan belasungkawa menyusul meninggalnya 5 orang peserta…