Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra (dok: net)
MONITOR, Jakarta – Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra mengingatkan kepada semua elemen bangsa agar tidak menyepelekan wabah virus Corona. Yusril menyadari bahwa Indonesia tertinggal dalam meneliti perkembangan virus asal Wuhan ini.
“Saya mengajak kita semua jangan anggap enteng virus ini. Jangan anggap sepele,” kata Yusril dalam keterangan tertulisnya di Twitter, Sabtu (11/4).
“Negara kita belum melaporkan type-type virus corona yang berkembang di negara kita. Riset kita sangat ketinggalan. Kalau ketiga type virus itu secara bersama-sama ada di sini, kita bakal kewalahan,” sambungnya.
Bahkan ia mengatakan tak bisa membayangkan apakah dalam tiga bulan ke depan virus type A, B dan C yang ada sekarang sudah bermutasi lagi ke type D, E dan F.
“Kalau asumsi itu benar terjadi, bangsa kita, dan bahkan umat manusia benar-benar berada dalam ancaman. Sekali lagi jangan anggap enteng!” tegas Yusril.
Lebih jauh Yusril mengatakan dirinya sudah mengingatkan Pemerintah di akhir bulan Februari lalu agar waspada menghadapi virus ini. Perangkat hukum yang komprehensif untuk menjadi dasar untuk bertindak
“Kita harus berbuat untuk mengantisipasi keadaan yang mungkin berkembang makin buruk. Bahkan saya katakan Pemerintah harus siap-siap alokasikan dana untuk menghadapi bencana wabah ini karena dampaknya akan sangat besar ke bidang lain,” kata Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) ini.
“Ini bukan sedekar masalah kesehatan, ini masalah ekonomi, sosial, politik bahkan pertahanan keamanan,” tandasnya.
MONITOR, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menerjunkan 1.142 taruna ke Provinsi Aceh dan…
MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW…
MONITOR, Jakarta - Keberhasilan TNI dalam operasi penyelamatan 18 karyawan PT Freeport Indonesia di Tembagapura…
MONITOR, Jakarta - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono, menegaskan bahwa pelindungan Warga Negara Indonesia…
MONITOR, Jakarta - Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo, menegaskan bahwa Petugas…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama menerima sertifikat hibah tanah seluas 94.030 m² dari Pemerintah Kabupaten…