BERITA

Ingatkan Mahasiswa, Pemuda Muhammadiyah DKI: Kritis Boleh, Asal Pakai Logika yang Utuh

MONITOR, Jakarta – Sekelompok mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Jakarta menggelar diskusi terkait perkembangan situasi Corona di Jakarta, salah satunya menyoroti fasilitas bagi tenaga medis yang dianggap terlalu berlebihan.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Bidang LHKP Pemuda Muhammadiyah DKI Jakarta Ristan Alfino Addakhil mengatakan pernyataan tersebut tidak tepat disampaikan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Menurutnya, BEM Jakarta justru keliru dalam memberikan informasi.

“Saya fikir teman-teman BEM itu salah info, bahwa fasilitas yang diberikan Pemda DKI itu adalah hotel Grand Cempaka itu bintang 3 dan itu adalah BUMD Pemda DKI. Pemberian fasilitas itu adalah bentuk support terhadap tenaga medis dalam menghadapi Covid-19 ini,” ujarnya kepada MONITOR, Senin (6/4).

Ia pun menghimbau agar mahasiswa tidak asal memberikan statemen yang kurang tepat. Ristan mengingatkan, agar mahasiswa tetap bersikap kritis dengan data yang komprehensif.

“Bersikap kritis itu sangat boleh asal diperkuat dengan logika yang utuh dan data yang komprehensif. Jadi, argumen atau pernyataan yang dikeluarkan tepat sasaran,” imbuhnya.

Lebih jauh ia mengimbau semua pihak termasuk mahasiswa agar mengapresiasi tenaga medis yang sejauh ini menjadi garda depan penanganan Covid-19 ini.

“Perlu kita ketahui bahwa APD sebagai alat perang para tenaga medis itu sangat kekurangan, maka kita perlu mengapresiasi tenaga medis itu dengan sebaik-baiknya,” tegas Ristan.

Namun begitu, ia mengapresiasi langkah mahasiswa untuk tetap mengkritisi kebijakan pemerintah melalui diskusi, dengan catatan harus diperdalam dengan berbagai informasi yang akurat.

“Saya kira kita patut apresiasi semangat kawan-kawan mahasiswa untuk kritis terhadap pemerintah dalam penanggulangam Covid-19, namun sangat disayangkan karena info yang mereka dapatkan setengah-setengah, jadi tidak pas dan sensitif terhadap penanggulangan wabah ini,” imbuhnya.

Selain itu, ia mengapresiasi langkah responsif pemerintah provinsi DKI Jakarta dalam menangani wabah virus Corona ketimbang pemerintah pusat. Pemuda Muhammadiyah DKI Jakarta pun mendorong pemerintah pusat dan daerah agar dapat bekerjasama untuk mengatasi Covid-19.

“Penanganan Covid-19 untuk wilayah DKI sudah sangat bagus dilakukan Gubernur DKI. Malah langkah gubernur ini lebih cepat dari pada pemerintah pusat. Mungkin kalau tidak responsif, maka orang yang terpapar Covid-19 di Jakarta malah lebih banyak dari yang ada sekarang. Makanya, kita Pemuda Muhammadiyah DKI Jakarta mendorong agar pemerintah pusat dan Pemda DKI bahu membahu dalam menanggulangi wabah ini,” tandas aktivis yang akrab disapa Alfin ini.

Recent Posts

Kemnaker Usulkan Penguatan Pedoman Kesempatan Kerja Inklusif ASEAN

MONITOR, Bangkok — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengusulkan penguatan pedoman kesempatan kerja inklusif di kawasan ASEAN…

5 jam yang lalu

Gerak Cepat Usai Arahan Mentan Amran, SBM Kini Lebih Terjangkau bagi Koperasi Peternak

MONITOR, Jakarta – Arahan Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman…

7 jam yang lalu

Kemnaker Tegaskan Sinergi dengan ILO Hadapi Perubahan Dunia Kerja

MONITOR, Bangkok – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan International Labour Organization…

20 jam yang lalu

Dalam Sepekan, Arahan Mentan Amran Jadi Langkah Konkret Lindungi Peternak Ayam Ras Petelur

MONITOR, Jakarta – Arahan Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman…

21 jam yang lalu

Kemnaker Perkuat Kompetensi dan Pelindungan Pekerja Hadapi Perubahan Dunia Kerja

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus memperkuat kompetensi dan pelindungan pekerja sebagai respons terhadap…

3 hari yang lalu

Kemenag Salurkan 1.000 School Kit dan 16 Ruang Belajar Sementara untuk Madrasah di NTT

MONITOR, NTT - Kementerian Agama menyalurkan bantuan berupa 1.000 school kit dan 16 Temporary Learning Space…

3 hari yang lalu