MEGAPOLITAN

Anies Diminta Perhatikan Nasib Rakyat Kecil Sebelum Lockdown Jakarta

MONITOR, Jakarta – Partai Gerindra kembali mengingatkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk memperhatikan terlebih dahulu nasib rakyat kecil sebelum mengeluarkan kebijakan lockdown. Pasalnya, partai pendukung Anies saat Pilkada Jakarta ini, menilai rakyat kecil yang akan berdampak langsung ketika kebijakan lockdown dikeluarkan.

“Menurut saya cairkan dulu bantuan langsung buat rakyat kecil, setelah itu baru ngomong lockdown atau karantina wilayah,”ujar Ketua DPD Partai Gerindra Jakarta M Taufik kepada MONITOR melalui sambungan telpon, Minggu, (29/3).

Menurut Taufik, untuk mencairkan bantuan langsung kepada masyarakat tidak mampu atau masyarakat yang berpenghasilan dari bekerja harian,
bagi Pemprov DKI bukanlah hal yang sulit. Caranya dengan merelokasi anggaran-anggaran perjalanan dinas yang aktifitas telah berkurang drastis. Ditambah mengalihkan semua anggaran kegiatan yang bukan prioritas.

“Di APBD itu ada duit triliunan yang bisa dipakai untuk membantu warga terdampak wabah virus Corona ini. Dana itu bisa diambil dari anggaran untuk LRT Rp 500 miliar, anggaran untuk kegiatan Formula E Rp 1,6 triliun dan banyak lagi anggaran kegiatan atau program yang bukan prioritas,”terangnya.

“Jadi saya kira tak begitu sulit untuk Pak Anies kalau harus mengeluarkan duit bantuan langsung ke 1 juta orang di Jakarta yang dikatagorikan termasuk golongan pekerja yang mengandalkan dari pendapatan harian,”sambung Taufik.

Namun, Taufik juga mengingatkan kalau permasalahan ini selain menjadi kewajiban bagi Pemprov, sebagai masyarakat yang merasa masuk dalam golongan yang mampu sebaiknya juga bisa membantu lewat penggalangan dana.

“Anggap saja yang kita kumpulkan adalah dari hasil pengeluaran rutin saat kita bekerja setiap hari. Bayangkan jika kita sebelumnya mengeluarkan biaya untuk membeli bensin, tol, parkir dan lain-lain yang anggap saja 50 ribu dan jika ada 1 juta orang saja warga DKI Jakarta masuk golongan tersebut maka sudah terkumpul setidaknya 50 miliar /harinya. Dana itulah yg bisa kita sumbangkan untuk dapat membantu orang yanh betul-betul memerlukannya,”tuturnya.

Mekanismenya kata Taufuk bisa dapat dilakukan lewat rumah ibadah masing-masing atau melalui RT/RWnya. Niscaya semua bisa teratasi dengan baik selama tanggap darurat ini.

Recent Posts

Indonesia Tandatangani Tujuh MoU pada INNOPROM 2026 untuk Tembus Pasar Eurasia

MONITOR, Jakarta - Pemerintah Republik Indonesia terus mendorong perluasan jaringan pasar industri domestik ke kancah…

22 menit yang lalu

Jasamarga Transjawa Gelar Sosialisasi dan Edukasi Kendaraan ODOL di Ruas Jakarta–Cikampek

MONITOR, Bekasi – PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) bersama Kepolisian dan Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi…

31 menit yang lalu

Panglima TNI Perkuat Kerja Sama Strategis dengan Panglima Angkatan Bersenjata Thailand

MONITOR, Jakarta - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menerima kunjungan kehormatan atau Courtesy Call (CC) Panglima…

54 menit yang lalu

Kemnaker dan BPD HIPMI Jaya Teken Kesepahaman Bersama untuk Tingkatkan Keterampilan Tenaga Kerja

MONITOR, Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Indonesia (HIPMI)…

59 menit yang lalu

Layar 100 Inch di Rumah? Ini 3 TV EQLED yang Layak Dipinang

MONITOR - Memiliki TV ukuran besar untuk ruang keluarga sangat tepat apabila Anda ingin membuat…

1 jam yang lalu

Panglima TNI Didesak Tertibkan Oknum yang Diduga Intervensi Penyidikan Korupsi di Polda Metro Jaya

MONITOR, Jakarta — Indonesia Police Watch (IPW) mendesak Panglima TNI segera mengambil langkah tegas terhadap oknum…

2 jam yang lalu