PARLEMEN

Senator Jawa Timur Ini Minta APD Untuk Para Petugas Segera Dilengkapi

MONITOR, Jakarta – Senator asal Provinsi Jawa Timur Evi Zainal Abidin mengaku sangat menyayangkan para petugas bandara yang siaga di garda terdepan tidak dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD) yang memadai. 

Terkhusus keluhnya, para petugas ini bekerja dalam tekanan kerja yang tidak mudah menyebabkan mereka rentan terserang fatique atau kelelahan sehingga sangat mungkin imun tubuh mereka menjadi menurun. 

“Padahal, imun adalah sistem yang kuat adalah penangkal paling ampuh untuk melawan serangan penularan covid-19 ini,” kata Evi dalam keterangan tertulisnya, usai menyambangi para petugas di Terminal 2 Kedatangan Domestik dan Internasional, Bandara Juanda, Surabaya, dimuat Minggu (22/3).

Kendati demikian, Evi mengapresiasi kerja jajaran KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) ini yang demi tugasnya melindungi keselamatan penumpang, mereka tetap semangat bertugas meski hanya dibekali APD ala kadarnya.

“Ini adalah tugas Pemerintah untuk memastikan keselamatan diri para petugasnya, jangan sampai nyawa mereka menjadi terancam hanya karena pemerintah tidak sigap dalam pemenuhan kebutuhan APD yang sesuai dengan standar WHO seperti penggunaan masker N95 dalam penanganan covid-19 ini,” jelasnya.

Dalam kesempatannya itu, ia mendesak agar semua petugas termasuk frontliners harus mendapat perlakuan yang sama sehingga keselamatan mereka semua dapat terjamin dengan baik dimanapun mereka ditugaskan. 

Lantaran, dalam tinjauannya terlihat hanya satu atau dua petugas menggunakan masker N95, namun itu hanya mereka yang bertugas di kedatangan internasional saja.

“Petugas di bandara Juanda juga menyambut baik keputusan pemerintah untuk mengadopsi metode screening awal infeksi covid-19 dengan menggunakan Rapid test,” sebut dia.
“Bahkan mereka antusias dan meminta agar bandara mendapat prioritas saat Rapid test kits sudah bisa didatangkan ke Indonesia,” kata Evi. 

Menurut dia, meski body thermal scanning sudah diberlakukan di pintu-pintu masuk bandara. Tetapi dengan adanya Rapid test kits akan membantu para petugas untuk mempercepat proses identifikasi suspect covid-19.

“Kalau Brompton bisa masuk ke Indonesia dengan fasilitas serba prioritas, maka saya menuntut Pemerintah dapat memberikan fasilitas lebih agar APD dan Rapid Test Kits bisa segera didatangkan ke Indonesia,” cetus dia.

“Jangan sampai kalah fasilitas dengan Brompton yaa, kelakarnya namun serius,” pungkasnya.

Recent Posts

Fakultas Syariah UID gandeng PA Depok Perkuat Link and Match Dunia Akademik-Peradilan

MONITOR, Depok - Fakultas Syariah Universitas Islam Depok (UID) menegaskan komitmennya dalam memperkuat link and…

17 menit yang lalu

Kemenag Salurkan Rp170 Juta untuk Sarpras MAN 1 Langkat Pascabanjir

MONITOR, Jakarta - Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama hari ini menyalurkan bantuan pascabanjir…

1 jam yang lalu

JPPI: Program MBG Berhasil Merusak Arah Kebijakan Pendidikan Nasional

MONITOR, Jakarta - BGN mulai hari ini 8 Januari 2026 menjalankan kembali Program MBG secara…

4 jam yang lalu

Kemenag Pastikan Masjid Negara IKN Siap Digunakan di Ramadan 2026

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama memastikan Masjid Negara Ibu Kota Nusantara (IKN) sudah siap digunakan…

4 jam yang lalu

Soal PT TPL, Prof Rokhmin: Kejaksaan dan KPK Dipersilakan Tindak Lanjuti

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI, Prof. Rokhmin Dahuri, merespons desakan aktivis lingkungan…

5 jam yang lalu

Prabowo Minta Pembangunan KNMP dan Kapal Ikan Dipercepat

MONITOR, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto meminta agar pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dan…

7 jam yang lalu