Anggota Komisi I DPR RI Charles Honoris
MONITOR, Jakarta – Anggota Komisi I DPR RI, Charles Honoris mengatakan bahwa rekomendasi darurat Nasional dari WHO kepada Indoneia bukan hal yang berlebihan.
Mengingat, sambung dia, badan kesehatan perserikatan bangsa-bangsa (PBB) tersebut sudah lebih dulu menetapkan darurat global terkait penyebaran Covid-19 atau virus Corona ini.
“Terlebih, jumlah kasus Corona di Indonesia kian hari kian meningkat cepat,” kata Charles dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, dimuat Sabtu (14/3).
Menurut wakil ketua badan kerjasama antar parlemen (BKSAP) DPR ini, rekomendasi WHO agar mengintensifkan imbauan menghindari aktivitas sosial (social distancing) juga perlu menjadi perhatian khusus, mengingat populasi penduduk Indonesia merupakan yang terbesar ke-4 di dunia, termasuk dengan kepadatan tinggi di kota-kota tertentu.
“Selain punya tanggung jawab melindungi rakyatnya dari Corona, pemerintah RI juga memiliki tanggung jawab kepada komunitas internasional untuk meredam pandemi global ini,” ujar politikus PDI Perjuangan itu.
“Jika Presiden Jokowi mengatakan penyebaran Corona tidak mengenal batas negara, maka penanganan Covid-19 ini juga seharusnya tidak mengenal batas negara,” pungkas Charles seraya menjelaskan bahwa tanggung jawab internasional untuk menekan laju infeksi Corona perlu dijalankan oleh semua negara, termasuk Indonesia, dengan berkoordinasi dari WHO.
MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid, meminta Pemerintah melalui Kementerian…
MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar, mengajak para pakar dan praktisi ekonomi syariah untuk…
MONITOR, Bogor - Tokoh nasional dan Guru Besar Fakultas Kelautan dan Perikanan IPB University, Prof.…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama mengajak umat Islam melaksanakan Salat Gerhana bulan (khusuf al-qamar) saat…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi VIII DPR RI, Maman Imanul Haq, mendesak pemerintah melalui Kedutaan…
MONITOR, Jakarta - Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia berduka atas syahidnya Pemimpin Tertinggi Republik Islam…