Cegah Corona, Jamaah Muslimin Sarankan Pemerintah Saudi Gandeng Negara-negara Islam

Jamaah Muslimin (Hizbullah) menggelar konferensi pers terkait penyebaran virus Corona di Arab saudi (dok: Satria Sabda Alam/ Monitor)

MONITOR, Jakarta – Sebagai wadah kesatuan umat Islam sedunia, Jama’ah Muslimin (Hizbullah) mengeluarkan pernyataan sikap dalam menanggapi kebijakan pemerintah Arab Saudi yang menangguhkan sementara akses perjalanan umrah demi mengantisipasi penyebaran virus Corona atau Covid-19.

Terkait kebijakan ini, Imaamul Muslimin Yakhsyallah Mansur mengatakan pihaknya sangat menghargai upaya pemerintah Arab Saudi dalam mencegah penyebaran virus corona. Akan tetapi, lanjut dia, pemerintah Saudi perlu melakukan kerjasama dengan negara-negara lain khususnya negara Islam.

“Kami menghargai keputusan penundaan tersebut, namun diharapkan agar perjalanan umrah bisa dibuka kembali secepatnya sebagai upaya melanjutkan tugas suci sebagai Khadimul Haramain Syariain,” ujarnya saat konferensi pers, Rabu (11/3).

Lebih lanjut, ia menyarankan pemerintah Saudi untuk melakukan upaya preventif dengan cara meminta jaminan kepada biro perjalanan (travel) bahwa jamaah yang dibawanya dinyatakan aman dari virus corona oleh dokter (otoritas kesehatan).

Ia mengatakan, upaya ini harus disertai pengawasan yang ketat dari pemerintah masing-masing negara karena menyangkut keselamatan orang sedunia.

Selanjutnya, ia menyerukan seluruh jamaah muslim agar sama-sama mendoakan semoga pelaksanaan haji dan umrah tetap dapat terselenggara sesuai dengan tuntutan syariat.