PERISTIWA

Dukungan Kementan Atas Penangan Banjir Lahan Pertanian Subang dan Indramayu Disambut Baik Petani

MONITOR, Subang – Curah hujan yang tinggi sejak awal Februari 2020 khususnya di Provinsi Jawa Barat menyebabkan banyak lahan persawahan yang dilanda banjir. Hal ini menyebabkan para petani khawatir pertanaman padinya akan mati dan mereka mengalami kerugian alias gagal panen.

Ya, berdasarkan data, hingga saat ini luas puso di Kabupaten Subang secara kumulatif telah mencapai angka 913 ha dari 6.070 ha lahan yang terkena banjir, sementara luas lahan yang telah surut airnya adalah seluas 1.076 ha.

Ada beberapa Kecamatan di Kabupaten Subang yang sawahnya terendam banjir parah diantaranya yaitu Kecamatan Tambakdahan (1.210 ha), kec. Pusaka Jaya (643 ha) dan Kec. Pamanukan (625 ha).

“Hujan yang terus menerus telah menyebabkan air sungai meluap dan menyebabkan tanggul sungai jebol sehingga menggenangi areal persawahan disekitarnya” Ungkap Dedi, Kortikab Subang.

Selain di Subang, kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Indramayu. Berdasarkan laporan dari petugas lapang di Indramayu, setidaknya ada seluas 8 ha puso akibat banjir dari 6.092 ha yang terkena, sementara areal pertanaman yang sudah mulai surut airnya seluas 828 ha

“Penyebab utama terjadinya banjir di Kab. Indramayu akibat meluapnya sungai Gempol dan sungai Perawan yang menyebabkan tanggul jebol sehingga air menggenangi areal persawahan” Ungkap Haji Tatung, Koordinator Satpel Indramayu.

Dirjen Tanaman Pangan, Suwandi terjun langsung ke lokasi dan memberikan solusi penanganan banjir di dua wilayah tersebut. yang sempat dikunjungi pada minggu kemarin (1 Maret 2020).

Suwandi yang didampingi oleh Kepala Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tanaman (BBPOPT) Jatisari, memberikan arahan agar setiap petani menjadi anggota asuransi (AUTP) yang dapat menjadi salah satu solusi bila petani mengalami gagal panen.

“Sudah saatnya petani menjadi anggota asuransi pertanian sebagai antisipasi terjadinya gagal panen sewaktu-waktu” Ungkap Suwandi, Dirjen Tanaman pangan saat berdialog dengan para petani . Selain itu petani yang terkena dampak banjir akan diberikan bantuan benih dalam waktu dekat ini agar apabila banjir telah surut, petani dapat segera menanam kembali.

“Para petani yang terkena dampak kebanjiran agar segera di selesaikan proses penyusunan CPCLnya dan diajukan ke pusat agar proses penyaluran bantuan benih bisa lebih cepat dilaksanakan” instruksi Suwandi kepada Koordinator POPT beserta jajarannya. Selanjutnya Dirjen TP juga menganjurkan agar petani yang ingin meningkatkan kesejahteran hidupnya dapat menggunakan fasilitas pinjaman KUR (Kredit Usaha Rakyat) sebagai tambahan modal usaha taninya. “Bagi petani yang sudah memiliki penggilingan namun masih kekurangan modal, dapat mengajukan pinjaman modal ke KUR terdekat “ Ungkap Suwandi mengakhiri dialognya.

Para petani dan petugas lapangan menyambut gembira dukungan dan perhatian dari Bapak Dirjen tanaman pangan yang telah memberikan respon positif atas berbagai keluhan petani yang terdampak banjir. Beberapa upaya penanganan banjir di wilayah Indramayu dan Subang antara lain adalah penanganan jangka pendek dan penanganan jangka panjang. Penanganan jangka pendek adalah memberikan bantuan benih kepada poktan yang terkena dampak banjir agar dapat menanami kembali lahannya, sementara penanganan jangka panjang antara lain adalah normalisasi saluran irigasi, membuat bendungan permanen serta pompanisasi.

Recent Posts

Kemendag Dorong Pelaku Usaha Adaptif Hadapi Peluang Global

MONITOR, Surabaya - Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus mendorong pelaku usaha nasional untuk lebih adaptif dalam menghadapi…

5 jam yang lalu

Harlah PMII ke-66: PB IKA PMII Gelar Halalbihalal dan Konsolidasi Kebangsaan di Jakarta

MONITOR, Jakarta – Pengurus Besar Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB IKA PMII) akan menggelar…

7 jam yang lalu

IKM Binaan Kemenperin Pasok Perlengkapan Haji 2026

MONITOR, Jakarta — Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong penguatan Industri Kecil dan Menengah (IKM) agar mampu…

8 jam yang lalu

Menaker: Itjen Harus Cegah Masalah, Bukan Sekadar Cari Temuan

MONITOR, Bogor — Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan pentingnya transformasi pendekatan pengawasan internal di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker)…

9 jam yang lalu

Napi Koruptor Ngopi di Kafe, Waka Komisi XIII DPR Curiga Petugas Lapas Disuap

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Pareira menyoroti viral narapidana…

18 jam yang lalu

Harga Plastik Melonjak, DPR Imbau Masyarakat Biasakan Bawa Kantong Belanja dan Perkuat Sistem Bank Sampah

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan mengajak masyarakat untuk melihat fenomena…

18 jam yang lalu