BERITA

Jawab Sentilan Megawati, Sekda DKI: Pemprov Kepengen Monas Benar-benar Terkenal di Dunia

MONITOR, Jakarta – Polemik balapan mobil Formula E di Monas, Jakarta Pusat, belum tuntas. Bahkan belakangan ini, Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarno Putri turut mempertanyakan, kenapa Pemprov DKI tetap bersikeras menggelar Formula E di Monas tidak di tempat lain.

Sekertaris Daerah (Sekda) Pemprov DKI, Saefullah, pun menjawab pertanyaan Megawati tersebut. Menurut Saefullah Pemprov DKI punya alasan kuat ketika balapan mobil formula E harus digelar di Monas.

“Alasannya, Pemprov DKI kepingin Monas ini memang benar-benar terkenal di dunia,” ungkap Saefullah kepada wartawan Balaikota Jakarta.

Hal lainya menurut Saefullah, Monas itu adalah ikon Jakarta dan Indonesia. Jadi, semua orang, khususnya masyarakat internasional, akan tahu ada Monas di Jakarta dan Indonesia.

“Pada saat perhelatan Formula berlangsung itu namanya media internasional banyak yang hadir. Saat itulah saya yakin para media internasional itu tak hanya menyorot soal balapannya saja, tapi menyoroti lokasi balapan yakni Monas sebagai ikon Jakarta,” terangnya.

Dampaknya setelah acara, banyak wisatawan yang ingin tahu Monas yang pernah dijadikan ajang balapan Formula E.

Saefullah pun kembali menegaskan, tidak ada yang dirusak ketika balapan Formula E digelar di Monas.

“Saya juga bingung kalau ada masyarakat yang masih berpikir ada yang dirusak. Apanya sih yang dirusak. Justru dengan adanya Formula E ini, kami akan membangun bukan merusak,” kilah Saefullah.

Diketahui, sebelumnya presiden ke-5 RI yang juga Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri ikut mengomentari soal pergelaran Formula E di Monas. Megawati mempertanyakan alasan Formula E digelar di kawasan cagar budaya.

Recent Posts

Kemenhaj-Kementerian Kebudayaan Jajaki Museum Haji Indonesia, Lestarikan Jejak Sejarah Bangsa

MONITOR, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia menjajaki kerja sama dengan Kementerian…

1 jam yang lalu

Kementerian UMKM Percepat Pemulihan UMKM di Kepulauan Nias melalui Tiga Program Terintegrasi

MONITOR, Kepulauan Nias - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat…

12 jam yang lalu

Di Era AI, Nilai Pesantren Makin Dibutuhkan

MONITOR, Tangerang Selatan - Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Suwendi, M.Ag., menegaskan…

20 jam yang lalu

Rektor UIN Jakarta: Santri Bukan Penonton, Harus Jadi Penggerak Perubahan Bangsa

MONITOR, Jakarta - Momentum Hari Santri Nasional 2026 harus menjadi pengingat bahwa santri tidak hanya…

24 jam yang lalu

Kolaborasi Kalurahan Caturharjo, MBI dan IMP 168 Sukses Sulap Lahan Tidur jadi Kebun Klengkeng Organik

MONITOR, SLEMAN - Lahan yang sebelumnya kurang produktif di Dusun Manggunan, Kalurahan Caturharjo, Sleman, mulai…

1 hari yang lalu

ICAI 2026, Rokhmin Dahuri: Akuakultur Bisa Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi, Pangan, Farmasi, dan Energi

MONITOR, SEMARANG - Akuakultur atau budi daya perairan berpotensi menjadi salah satu mesin utama pertumbuhan…

2 hari yang lalu