Keukeuh Tolak Formula E di Monas, Ketua DPRD DKI: Ada Ancol atau GBK

Rute balapan Formula E di Monas, Jakarta Pusat

MONITOR, Jakarta – Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi tetap bersikukuh menolak penyelenggaraan ajang perlombaan Formula E di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.

Pras menyebut masih ada kawasan lain di Ibu Kota untuk gelaran balapan mobil listrik, seperti kawasan Ancol, Jakarta Utara dan Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta Pusat.

“Kalau saran saya lebih bagus, kami (DPRD) enggak hambat Formula E, itu hak gubernur. Tapi di tempat yang lain. Jangan di Monas, ada Ancol (atau) GBK (Gelora Bung Karno-red) Senayan,” kata Prasetyo di DPRD DKI Jakarta, Kamis (20/2).

Pras menyatakan Monas merupakan situs sejarah dan cagar budaya. Oleh karena itu, kawasan Monas yang masuk dalam Keputusan Presiden (Keppres) nomor 25 tahun 1995 tentang Pembangunan Kawasan Medan Merdeka di Wilayah Daerah Khusus Ibu kota Jakarta.

“Kenapa kok sampai dikelilingi sama pagar sama Sutiyoso (mantan gubernur DKI Jakarta), sampai ada Keppres-nya, itu kan ada alasannya,” ujarnya.

Politikus PDI-P itu pun mengaku sudah memanggil jajaran Anies untuk meminta penjelasan terkait gelaran Formula E termasuk revitalisasi kawasan Monas. Pemanggilan ini merupakan langkah DPRD DKI mengawasi setiap program kerja Pemprov DKI.

Ia pun meminta Anies untuk memperbaiki komunikasi terhadap semua pihak terkait jika ingin melaksanakan sebuah program kerja yang membutuhkan koordinasi. Menurutnya, selama ini Anies tak memiliki komunikasi politik yang baik.

“Ya buka komunikasilah. Jangan selalu kepala dinas yang dikedepankan atau sekda dikedepankan. Pak gubernur jawablah pertanyaan, teman-teman doorstop diterimalah. Apa pertanyaan itu. Harus dijawab,” ujarnya.

Lebih lanjut, Pras juga menyinggung proyek revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM). Menurutnya, banyak seniman yang marah karena proyek tersebut. Bahkan, katanya, Komisi X DPR berencana memanggil Anies dan perwakilan DPRD DKI untuk menjelaskan revitalisasi TIM.

“Kami kan enggak tahu. Maksudnya revitalisasi kan untuk memperbaiki yang jelek jadi baik, bukan malah dirubuhin situs sejarah lagi,” tuturnya.

“Enggak ada komunikasi. Yang dikedepankan komersialnya. Sekarang pertanyaannya kalau lu buat wisma atau hotel di Cikini, segitu banyaknya hotel masih kosong,” kata Prasetyo menambahkan.

Sebelumnya, PT Jakarta Propertindo (Jakpro) sebagai perusahaan BUMD yang ditunjuk untuk menggelar Formula E memastikan tak ada perubahan izin lokasi perhelatan Formula E di Monas.

Diketahui surat izin yang diajukan ke Sekretariat Negara berpolemik karena dalam surat itu tertulis sudah mendapat rekomendasi Tim Ahli Cagar Budaya (TACB).

Direktur Utama PT Jakpro Dwi Wahyu Darwoto menyatakan tidak mungkin Komisi Pengarah (Komrah) mengubah keputusan Monas sebagai lokasi Formula E tersebut.

Sebelumnya, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri ikut angkat bicara. Megawati mengkritik rencana Anies yang ingin menggelar ajang perlombaan Formula E di Monas.

Megawati menegaskan bahwa Monas sudah ditetapkan sebagai cagar budaya yang harus dilindungi oleh pemerintah.