Warga Brebes Bisa Hemat Air Selama Setengah Tahun dengan Instalasi PAH

Instalasi PAH di Brebes, Jawa Tengah

MONITOR, Brebes – Seperti halnya wilayah pesisir lainnya, Dusun Pandansari, Desa Kaliwingi, Brebes juga punya masalah mengenai ketersediaan air bersih.

Air yang biasa mereka pakai, masih terasa asin atau payau, mengingat hanya berjarak tak jauh dari bibir laut. Warga biasa hanya menggunakannya untuk bersih-bersih.

Untuk urusan konsumsi, mereka memilih membeli air dari luar. Kebanyakan warga yang hanya nelayan dan buruh tambak pun sering terkendalam perihal air. Karena kebutuhan mendasar, sebagian bear uang mereka hanya diperuntukan untuk air. 

“Air disini memang seperti mas, sedikit payau tidak apa lah,” terang Wahyudin, salah satu warga sekaligus aktivis mangrove di desa tersebut, Jumat (14/2).

 Dengan kondisi tersebut, Dompet Dhuafa melalui Prakarsa Berkelanjutan melakukan intervensi berupa intalasi Pemanen Air Hujan (PAH).

Sebuah intalasi penampungan air hujan dengan melewati setidaknya 4 proses filterisasi. Dengan air tersebut, warga tidak perlu lagi memberli air di musim penghujan. Ditempatkan di tiga titik di desa tersebut, warga pun bisa menghemat lebih banyak air bersih, setidaknya selama setengah tahun.

“Alhamdulillah, yang ini sudah jadi mas. Airnya segar sekali, belum pernah saya rasa air yang sesegar ini,” terang Wahyudin.

Warga kini, bisa menghemat selama 6 bulan lamanya. Kebutuhan air bersih, kini telah tersedia dari air hujan yang telah difilter dengan PAH.

Selama musim hujan, warga tidak perlu lagu membeli air bersih. Uang yang biasa mereka pakai untuk kebutuhan air, bisa ditabung untuk kebutuhan air di musim kemarau.

“Konsepnya itu memang memanfaatkan air hujan. Dengan begitu, warga tidak perlu lagi membeli air selama musim hujan. Uang yang mereka biasa belanjakan air, kini bisa ditabung untuk kebutuhan di musim kemarau,” terang  Syamsul Ardiansyah, Manager Lingkungan dan Keuangan Mikro Syariah Dompet Dhuafa.