Wakil Ketua Komisi IV DPR Dedi Mulyadi (dok: Satria Sabda Alam/ Monitor)
MONITOR, Jakarta – Penimbunan bawang putih di Karawang, Jawa Barat, tengah jadi sorotan. Tim Satgas Pangan Kementerian Perdagangan yang melakukan inspeksi mendadak (sidak), pada Rabu (12/2/2020) kemarin, menemukan sebanyak 150 ton bawang putih ditimbun di sebuah gudang importir di Karawang Timur.
Anggota Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi pun menyayangkan kejadian penimbunan bawang putih ini. Menurutnya hal tersebut tidak pantas dilakukan apalagi demi mengambil keuntungan yang besar.
“Tinggal hari ini Satgas Pangan yang didalamnya ada Kementerian Perdagangan agar segera melakukan sidak ke gudang-gudangnya untuk segera dikeluarkan ke pasar, tidak boleh disimpan digudang agar harga naik kemudian dikeluarkan sedikit-sedikit untuk mengambil keuntungan yang lebih besar,” ujar Dedi Mulyani kepada MONITOR, Kamis (13/2).
Lebih lanjut mantan Bupati Purwakarta ini mengatakan, kebutuhan bawang putih dalam negeri hanya sekitar 500. Sedangkan stok yang ada di gudang hanya 130 ribu, sehingga tidak perlu menaikkan harga bawang putih.
“Karena kebutuhan per tahunnya kan 500 ribu ton dipenuhi oleh kebutuhan dalam negeri sekitar 84 ribu ton, berarti kebutuhan impor hanya 426 ribu ton,” terang Dedi.
MONITOR, Malang - Kehadiran Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren menjadi tonggak penting dalam…
MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini menyoroti dampak kesehatan akibat…
MONITOR, Jakarta — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Afriansyah Noor, menegaskan bahwa kepercayaan publik tidak dibangun…
MONITOR, Palu – Forum Muda Alumni (FORMA) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sulawesi Tengah menggelar…
MONITOR, Jakarta – Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII), M. Shofiyullah Cokro Hadi…
MONITOR, Jakarta – Dewan Pengurus Pusat Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPP FKDT) akan menjadikan agenda…