Bamsoet Yakin Virus Corona Tidak Sebabkan Kematian Mendadak

MONITOR, Jakarta – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengajak para dokter dan tenaga medis di berbagai rumah sakit, serta Kementerian Kesehatan untuk terus mensosialisasikan gerakan hidup sehat kepada masyarakat. 

Terutama, sambung dia, dalam mengantisipasi peyebaran virus Corona, yang kini oleh WHO diganti namanya menjadi Covid-19, agar masyarakat tiak menjadi korban hoax serta menimbulkan kegaduhan.

“Di berbagai media sosial maupun whatsapp group banyak beredar video orang meninggal mendadak yang informasinya dikarenakan virus Covid-19. Padahal menurut jajaran dokter dan direksi RSCM serta Kementerian Kesehatan, informasi tersebut hoax,” kata Bamsoet usai bertemu jajaran direksi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, Kamis (13/2).

“Orang tersebut meninggal karena serangan jantung. Virus Covid-19 tak menyebabkan kematian mendadak, melainkan ada gejalanya terlebih dahulu seperti flu, panas, hingga pneumonia, namun masih bisa diobati. Yang bisa menyebabkan kematian mendadak adalah serangan jantung dan stroke.”

“Edukasi seperti ini sangat penting, agar rakyat tak menjadi korban hoax dan tak menimbulkan ketakutan yang berlebihan,” paparnya. 

Mantan Ketua DPR RI 2014-2019 ini mengungkapkan, dari diskusi dengan para dokter di RSCM dan Kementerian Kesehatan, penyebaran virus Covid-19 justru tak sebahaya penyebaran SARS, MERS, Flu Burung, ataupun Flu Babi. 

Tingkat kematian Covid-19 berada di sekitar angka 2 persen, sedangkan tingkat kematian SARS mencapai 10 persen. Artinya, masyarakat tetap harus waspada, namun jangan sampai panik berlebihan sehingga menyebabkan aktifitas terganggu.

“Data dari John Hopkins CSSE, hingga tanggal 13 Februari 2020 mencatat dari 60.329 orang yang terkena virus Covid-19, 1.369 meninggal, dan 6.017 bisa kembali sehat. Korban yang meninggal, 1.310 diantaranya berasal dari Hubei, Wuhan tempat awal penyebaran virus Covid-19. Besarnya jumlah korban yang bisa diselamatkan menjadi angin segar bahwa virus Covid-19 tak perlu dihadapi dengan kepanikan luar biasa,” ucap politikus Golkar itu. 

Masih dikatakan Wakil Ketua Umum SOKSI ini memaparkan, dengan membiasakan hidup sehat seperti mencuci tangan, menggunakan masker saat ditempat umum, rajin berolahraga dan menjaga imunitas badan, bisa memperkecil peluang terkena virus Covid-19.

Dirinya juga bersyukur, sampai sejauh ini belum ditemukan korban virus Covid-19 di Indonesia, namun bukan berarti masyarakat boleh lengah dan tidak waspada.

“RSCM sebagai rumah sakit rujukan nasional harus menyiapkan diri sejak dini. Tak perlu khawatir berlebihan, namun juga jangan lengah. Kita pernah punya pengalaman menangani SARS, MERS, Flu Burung, maupun Flu Babi, yang setidaknya menjadi bekal bagi seluruh instansi untuk menghadapi virus Covid-19,” pungkasnya.