PERTANIAN

Merujuk Data BPS, Kementan Pastikan Produksi Beras Masih Surplus

MONITOR, Jakarta – Berdasarkan data Badan Pencatat Statistik (BPS) produksi padi tahun 2019 mengalami surplus 1,53 juta ton beras. Angka tersebut dieroleh dari perkiraan produksi beras sebesar 31,31 juta ton dibandingkan konsumsinha sebesar 29,78 juta ton. Jika dihitung secara komulatif ditambah tahun sebelumnya menujukan surplus sekitar 5,9 juta ton.

“Kami tak menampik kondisi cuaca ekstrim tahun kemarin mempengaruhi produksi padi, namun demikian stok padi masih aman karena kita masih surplus di tahun 2019,” ujar Direktur Serealia Ditjen Tanaman Pangan Kementan Bambang Sugiharto di Jakarta, Rabu (12/2).

Bambang menambahkan, tahun 2019 memang ada beberapa wilayah yang menurun produksi padinya, namun demikian ada juga yang tetap naik produksinya seperti di Kalsel, Kalbar, DIY, dan Bengkulu.

Terkait tahun 2020, produksi padi ditargetkan 59,1 juta ton GKG atau setara dengan 33,92 juta ton beras. Jika perkiraan konsumsi beras 30,25 juta ton beras maka akan ada surplus sebesar 3,67 juta ton beras. Secara kumulatif dari tahun 2018 sampai dengan akhir 2020 targetnya ada surplus sekitar 9,57 juta ton beras.

Bahkan meskipun tahun kemarin cuaca ekstrim kekeringan kami terus kawal pertanaman untuk memanfaatkan potensi di lahan kering dan rawa. Artinya kita terus upayakan semaksimal mungkin tetap berproduksi dan memanfaatkan lahan yang toleran kering untuk pertanaman. Sekarang sudah musim hujan tentu menjadi waktu yang maksimal untuk pertanaman padi,” pungkas Bambang

Diwawancara terpisah, Gatut Sumbogodjati Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan Kementan mengatakan kondisi stok beras bisa dipastikan aman.

“Apalagi bulan Maret sampai April nanti puncak panen raya jadi tidak perlu ada kekhawatiran stok beras menipis. Beras di pasaran lebih dari cukup, di gudang bulog juga banyak, hampir 2 juta ton,” ujar Gatut.

Terkait harga beras, catatan di PIBC kurun waktu 2019 sampai dengan 2020 ini harga beras masih stabil. Contohnya harga beras IR 64 III masih di kisaran Rp 8.500-9.000, tidak ada lonjakan tajam. Bahkan di bulan Februari ini sudah turun jadi Rp 8.650, sebelumnya bulan Oktober sempat di angka Rp. 9.000.

Bahkan, dalam waktu dekat akan ada ekspor beras. Saat ini Bulog sudah mengajukan rekomendasi ekspor beras premium sebanyak 10 ribu ton. Ekspor beras komersial yang diproduksi Bulog sebagai BUMN ini tujuannya ke Arab Saudi.

Setiap tahun Indonesia sudah rutin ekspor ribuan ton beras terutama beras khusus seperti beras organik, beras merah, beras hitam dan beras ketan. Sekali lagi Gatut meyakinkan bahwa kondisi penurunan produksi padi akibat cuaca ekstrim tidak akan mempengaruhi stok beras karena stok kumulatif tahun ini dan sebelumnya sudah lebih dari cukup.

Recent Posts

DPR Perkuat Digitalisasi Pertanian Lewat Revisi UU Pangan Demi Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional

MONITOR, Jakarta - Komisi IV DPR RI Daniel Johan mengungkap saat ini DPR bersama Pemerintah…

13 jam yang lalu

Lima Peserta SPPI Meninggal Saat Latsarmil, PBHI Desak Presiden Hentikan Program dan Bentuk Tim Investigasi Independen

MONITOR, Jakarta – Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI) mendesak Presiden menghentikan…

13 jam yang lalu

Waka DPR Cucun: Paket Stimulus Jadi ‘Bantalan’ Bagi Rakyat Rentan dan UMKM, Hingga Mampu Serap Tenaga Kerja

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menyambut baik paket stimulus ekonomi…

15 jam yang lalu

Sebar 110 Ribu Benih Ikan di Kota Cirebon, Rokhmin Dahuri: Perkuat Ekonomi Rakyat, Wujudkan Kedaulatan Pangan

MONITOR, KOTA CIREBON – Anggota Komisi IV DPR RI, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.S.,…

16 jam yang lalu

Jasa Marga Siaga Operasional, Siap Hadapi Periode Libur Sekolah Juni-Juli 2026

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk siap menyiagakan seluruh lini operasional di jaringan jalan…

19 jam yang lalu

Dari Laut, UMKM Ternate Tumbuh dan Ketahanan Pangan Nasional Diperkuat

MONITOR, Ternate – Potensi kelautan Maluku Utara dinilai menjadi salah satu fondasi penting dalam memperkuat…

19 jam yang lalu