PERTANIAN

Kementan Lepas Ekspor 110 ton Kunyit Kering ke India

MONITOR, Ponorogo – Mentan Syahrul Yasin Limpo menegaskan bahwa upaya untuk mendorong roda ekonomi nasional adalah dengan peningkatan ekspor. Terkait hal ini, Direktorat Jenderal Hortikultura tidak hanya menguatkan aktivitas on farmnya namun juga off farmnya.

Berbagai komoditas didorong untuk mampu bersaing di pasar ekspor mulai dari benih, sayuran, buah-buahan hingga biofarmaka. Seperti yang diberangkatkan dari Ponorogo pada Selasa (11/02), yakni kunyit kering ke India.

Direktur Perbenihan Hortikultura yang juga merangkap sebagai Plt Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Direktorat Jenderal Hortikultura Sukarman mengungkapkan bahwa Indonesia telah mampu memenuhi kebutuhan kunyit dalam negeri bahkan mampu ekspor.

“Total ekspor komoditas kunyit kita sejak tahun 2015-2018 sebanyak 34.317 ton setara dengan 46 juta USD. Tahun 2019 total ekspor 7.163 ton ke berbagai negara diantaranya India, Malaysia, Vietnam, Taiwan, United States, Korea, UK, Netherland, Brazil, Poland, Argentina. Sementara untuk 2020 ekspor kunyit ditargetkan naik menjadi 8.015 ton,” ungkapnya.

Pihaknya mengapresiasi peran swasta seperti CV Berkah Jaya. Ekspor yang dilakukan perusahaan ini sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk mendorong pemasukan devisa negara dan program Gratieks Kementan.

Sukarman memaparkan bahwa ekspor Kunyit yang diberangkatkan ke India sebanyak 110 ton. Kunyit tersebut merupakan hasil panen dari petani di Kabupaten Kediri, Pacitan, Trenggalek, dan Wonogiri yang telah dikeringkan menjadi bentuk simplisia dengan kandungan curcumin minimal 4%.

“Artinya peran pihak swasta seperti mereka mendukung peningkatan produksi dan ekspor Komoditas biofarmaka Direktoral Jenderal Hortikultura. Yakni melalui program pengembangan kawasan tanaman obat tahun 2020 mengalokasikan 700 hektar untuk budidaya Kunyit, Jahe, Kapulaga, dan Buah Merah,” ungkap Sukarman.

Disamping itu, lanjut Sukarman, Kementan juga mendorong petani atau pelaku usaha untuk memanfaatkan prmodalan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Senada, Bupati Ponorogo, Ipong Mukhlissoni mendukung program Gratieks Kementan. Pihaknya melalui Dinas Pertanian Kabupaten Ponorogo mendorong masyarakat Ponorogo untuk menanam kunyit di pekarangan.

“Kunyit ini kan mudah dibudidayakan, tidak ada syarat khususnya. Saat ini di Ponorogo masih ada 15.000 hektar lahan yang tidak produktif yang bisa dimanfaatkan untuk budidaya kunyit dan tanaman obat lainnya,” tutup Ipong.

Melihat peluang ekspor yang masih besar, perlu dipersiapkan alat pascapanen untuk mengolah kunyit kering menjadi olahan akhir agar pasar ekspor lebih luas.

“Saya berharap yang dilakukan CV Berkah Jaya bisa menjadi motivasi bagi petani maupun eksportir lainnya,” tutup Ipong.

Direktur CV Berkah Jaya, Gigih menyatakan bahwa banyak tantangan dalam mengekspor komoditas biofarmaka. Sekalipun demikian, komoditas Indonesia terbukti mampu bersaing.

“Saya sudah melakukan ekspor berbagai komoditas Biofarmaka ke India sejak tahun 2017. Dan kerjasama tersebut berlanjut hingga kini. Tahun 2017 kita ekspor 100 ton, kemudian tahun 2018 naik menjadi 1.100 ton dan tahun ini targetnya 1.000-1.100 ton lagi,” tutup Gigih

Recent Posts

Kemnaker: Pekerja Perlu Pahami Hak dan Kewajiban Sebelum Menandatangani Perjanjian Kerja

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan mengingatkan pekerja untuk memahami hak dan kewajiban serta mencermati isi…

12 menit yang lalu

Menag: MTQ Nasional Punya Makna Sosial dan Kebangsaan yang Sangat Besar

MONITOR, Semarang - Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI di Semarang dibuka oleh Menko Bidang…

2 jam yang lalu

Dari Teh hingga Agrowisata, Dana Bergulir LPDB Perkuat Bisnis Puskopkar PTPN VIII

MONITOR, Jakarta - Pusat Koperasi Karyawan (Puskopkar) PTPN VIII terus memperluas lini bisnis untuk memperkuat…

1 hari yang lalu

Kementerian UMKM Fasilitasi UMKM Aceh Bangkit Pascabencana

MONITOR, Aceh – Ratusan pengusaha UMKM terdampak bencana di Aceh mengikuti workshop pendampingan peningkatan kapasitas…

1 hari yang lalu

Kementerian UMKM Dorong Waralaba Jadi Instrumen UMKM Naik Kelas

MONITOR, Surabaya – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong pengembangan waralaba sebagai salah…

2 hari yang lalu

Soroti Dugaan Korupsi Batu Bara Kukar, LSAK: Uang Disita, Kok Pemiliknya Tidak Ditetapkan Tersangka?

MONITOR, Jakarta - Lembaga Studi Anti Korupsi (LSAK) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperjelas status…

2 hari yang lalu