UMKM

LPDB-OVO Jajaki Kerja Sama Penyaluran Dana Bergulir Bagi Koperasi

MONITOR, Jakarta – Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) bersama salah satu aplikasi dompet digital di Indonesia, OVO menjajaki kerja sama penyaluran dana bergulir bagi pelaku koperasi Tanah Air.

Pimpinan kedua lembaga pun menggelar pertemuan yang difasilitasi oleh Kementerian Koperasi dan UKM di Jakarta.

Hadir dalam pertemuan itu antara lain Direktur Utama LPDB-KUMKM Braman Setyo, Presiden Direktur Ovo Karaniya Dharmasaputra, Plt. Deputi Bidang Pembiayaan Hanung Harimba Rachman dan staf khusus Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Fiki Satari.

“Kita masih terbuka kerja sama dengan OVO, oleh karena itu mekanismenya harus diatur, karena kita menggunakan APBN apakah aturanya diperbolehkan atau tidak oleh Kementerian Keuangan dalam hal ini PPK-BLU (Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum),” kata Braman Setyo usai pertemuan.

Braman mengatakan pihaknya sedang mempelajari dari sisi aturan apakah diperbolehkan penyaluran dana bergulir melalui aplikasi dompet digital seperti OVO atau tidak.

“Karena itu, kita sudah meluncurkan surat Menteri Koperasi kepada OJK (Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian Keuangan, tapi sampai sekarang belum direspons,” ujar Braman.

Braman mengatakan apabila OJK maupun Kementerian Keuangan memperbolehkan penyaluran dana bergulir melalui OVO, maka hal ini akan memberikan keuntungan bagi LPDB.

Selain mempercepat penyerapan, penyaluran dana bergulir melalui aplikasi dompet digital ini akan memudahkan LPDB dalam mengontrol dana yang dikelola.

“Ini sangat membantu. Ketika koperasi bisa menyalurkan kepada end user tentu akan lebih cepat terinformasi kepada kami. Itu kentungan kalau bisa dilakukan melalui OVO,” katanya.

Karaniya mengatakan, penjajakan kerja sama ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari instruksi Presiden Joko Widodo dan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki yang meminta perusahaan-perusahaan teknologi untuk membantu mensukseskan program pemerintah.

OVO yang disebut sudah berpengalaman dalam menyalurkan kredit langsung menangkap peluang tersebut.

“Kami dalam hal ini siap. Kami punya platform, teknologi, dan sedikit pengalaman barangkali bisa mempercepat penyaluran dana ke koperasi melalui teknologi. Kami selama ini berpengalaman mendistribusikan kredit produktif untuk UKM,” pungkas Karaniya.

Selama ini OVO sudah menjalankan bisnis pinjaman kredit kepada mitra usahanya baik melalui pasar online, maupun offline dengan total pinjaman mencapai Rp 1,3 triliun.

Digital payment system yang dijalankan tersebut diharapkan bisa direplikasi untuk pinjaman kredit bagi koperasi.

“Karena kami bagian dari sebuah ekosistem bisnis dengan Tokopedia dan Grab. Nah ini sebetulnya ekosistem yang menarik yang bisa mensupport visi besar dari Presiden untuk membawa UKM kita ke level yang tinggi dari yang sekarang,” tutur dia.

Recent Posts

Belajar dari Nursyahwa, Hafizhah 30 Juz Disabilitas Netra Peserta MTQ Nasional, Dekat dengan Al-Qur’an Sejak Usia 7 Tahun

MONITOR - Bagi Nursyahwa Syakila, Al-Qur’an bukan sekadar bacaan. Sejak usia 7 tahun, ayat-ayat Al-Qur’an…

2 jam yang lalu

Kemenhaj Imbau Jemaah Umrah Jangan ke Bandara Sebelum Jadwal Pasti

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengimbau jemaah umrah yang belum berangkat ke…

2 jam yang lalu

2 Tahun Kabinet Merah Putih, Kinerja Kementerian Imipas Dinilai Turut Dukung Program Prioritas Presiden Prabowo

MONITOR, Jakarta — Kinerja Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) selama hampir dua tahun sejak dibentuk…

2 jam yang lalu

Kemnaker-KLH Perkuat Kompetensi Teknisi Pendingin untuk Dukung Pelindungan Ozon

MONITOR, Bekasi — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mendorong…

8 jam yang lalu

IKM Kosmetik Binaan Kemenperin Tembus Pasar Papua Nugini

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian terus berupaya meningkatkan industri kecil dan menengah (IKM) kosmetik nasional…

11 jam yang lalu

Ditjen Pesantren Gaspol, Perkuat Perencanaan Program dan Penganggaran

MONITOR, Jakarta - Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama memperkuat perencanaan dan penganggaran sebagai bagian dari…

12 jam yang lalu