MEGAPOLITAN

Pemkot Depok Terus Lakukan Upaya Penguatan Ketahanan Keluarga

MONITOR, Depok – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok sangat serius melakukan upaya perlindungan anak. Dengan penguatan ketahanan keluarga yang jadi program unggulannya, diharapkan anak terlindungi dari bahaya kekerasan yang mengancamnya.

Kepala Dinas Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPAPMK) Kota Depok Nessi Annisa Handari mengatakan, sejumlah kegiatan strategis terkait upaya penguatan Ketahanan Keluarga terhadap perilaku perbuatan asusila beserta dampaknya terus dilakukan pihaknya.

Salah satunya adalah melaksanakan sosialisasi penguatan Ketahanan Keluarga dalam pencegahan perilaku perbuatan tersebut.

Seperti melalui Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) dengan kegiatannya bincang keluarga, Roadshow Puspaga, serta Ceria Bersama Puspaga,” kata Nessi kepada wartawan, baru-baru ini.

Selain itu, jelas Nessi, pihaknya juga rutin melakukan gerakan perlindungan anak dan parenting melalui kegiatan Sekolah Ayah Bunda.

Kemudian, kampanye gerakan sayang keluarga, talkshow sosialisasi kekerasan terhadap perempuan dan anak (SKPA) serta Sekolah Pra Nikah.

“Lalu, sosialisasi pengarusutamaan gender yang menekankan pada isu-isu dan pemahaman serta persepsi gender yang benar,” ujarnya.

Dia mengatakan, pihaknya juga bekerja sama dengan lingkungan dalam pengasuhan dan pendidikan anak membangun Rukun Warga (RW) Ramah Anak dan Kampung KB. Menurutnya, dua kegiatan tersebut bertujuan menghidupkan delapan fungsi keluarga.

Selanjutnya, kata Nessi, adalah memberikan perlindungan dan pelayanan terpadu melalui kegiatan di UPT Perlindungan Perempuan dan Anak. Perlindungan ini, jelas dia, berupa pelayanan tim respon cepat di nomor hotline 112 atau telepon 08111186598.

“Nomor tersebut digunakan untuk memberi pelayanan bantuan pendampingan hukum, mediasi terhadap orang yang menjadi menjadi korban perbuatan asusila, serta pendampingan oleh psikolog,” bebernya.

Selain itu, imbuhnya, ada dua jenis layanan yang dimiliki Puspaga yaitu layanan konseling atau konsultasi dan layanan informasi. Tenaga profesi psikolog atau konselor akan menjalankan programnya di layanan Puspaga tersebut.

“Tak hanya bantuan hukum, juga ada konseling kepada korban perbuatan asusila di UPT Perlindungan Perempuan dan Anak,” tuturnya.

Dia menambahkan, upaya strategis lainnya dari DPAPMK untuk penguatan Ketahanan Keluarga terhadap perilaku perbuatan asusila adalah mengedukasi keluarga terkait tindakan preventif dan kuratif. Antara lain melalui kegiatan Bina Keluarga Remaja (BKR) di tingkat RW yang dilakukan oleh keluarga dalam bentuk kelompok-kelompok kegiatan.

“Lewat kegiatan tersebut, orangtua mendapatkan pengetahuan tentang bagaimana meningkatkan bimbingan dan membina tumbuh kembang anak remaja,” pungkasnya. 

Recent Posts

Rektor UID Buka PBAK 2026, Tekankan Adab, Prestasi, dan Kontribusi Mahasiswa

MONITOR, Depok - Universitas Islam Depok (UID) resmi membuka rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan…

14 jam yang lalu

Menaker: Kunci Wirausaha Bukan Sekadar Dapat Pelanggan, tapi Menjaga Hubungan

MONITOR, Bandung Barat – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, mengatakan salah satu kunci keberhasilan dalam berwirausaha…

1 hari yang lalu

Kemenperin Sampaikan Duka Cita Mendalam Atas Insiden Kebakaran Pabrik di KEK Sei Mangkei

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas musibah kebakaran yang…

1 hari yang lalu

Majelis ASTACITA Gelar ‘Maulid Nabi dan Dzikir Kemerdekaan’ di Karawang, Gaungkan Jaga Rawat Jabar

MONITOR, Karawang — Dalam rangka memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus merawat semangat kemerdekaan…

1 hari yang lalu

Capai 75 Ribu Pendaftar PPIH 2027 Non Nakes, Kemenhaj Gelar CAT Dua Gelombang

MONITOR, Jakarta - Lebih dari 75 ribu orang mendaftar Seleksi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH)…

1 hari yang lalu

Partai Gelora Soroti Perubahan Data Desil DTSEN

MONITOR, Jakarta — Penerapan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai basis tunggal penyaluran bantuan…

1 hari yang lalu