Kepala Dinsos Kota Depok, Usman Haliyana. (Foto: istimewa)
MONITOR, Depok – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Depok meminta masyarakat mewaspadai penipuan berkedok bantuan sosial (bansos), terutama yang mengatasnamakan petugas dari Perangkat Daerah (PD) tersebut. Terlebih, marak oknum yang meminta sejumlah uang untuk mendapatkan bansos.
Kepala Dinsos Kota Depok, Usman Haliyana, mengatakan pihaknya tidak pernah mengadakan bansos untuk warga prasejahtera. Selama ini, pihaknya hanya memverifikasi dan menyalurkan bansos yang berasal dari pemerintah pusat.
“Jadi, masyarakat harus waspada kalau ada oknum seperti itu. Apalagi meminta sejumlah uang untuk pembukaan rekening. Jelas sekali itu adalah penipuan,” katanya kepada wartawan, belum lama ini.
Lebih lanjut Usman menjelaskan, semua bansos yang dikelola oleh Dinsos Kota Depok tidak ada pungutan biaya. Mulai dari proses pendataan, verifikasi hingga penyaluran.
“Petugas verifikasi itu biasanya juga aktif di kelurahan. Jadi, ada oknum yang meminta sejumlah uang sudah pasti bukan petugas kami,” jelasnya.
Dirinya menambahkan, warga prasejahtera yang menerima bansos adalah yang terdaftar dalam Basis Data Terpadu (BDT) atau Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Data tersebut terus diverifikasi setiap tahun.
“Jika ada temuan mohon melaporkan ke layanan call center Pemkot Depok dengan nomor 0811123222 atau sms ke 08111631500 pada jam kerja,” pungkasnya.
MONITOR, Jakarta - Wacana pengembalian mekanisme pemilihan kepala daerah (Pilkada) ke tangan DPRD kembali mengemuka.…
MONITOR, Jakarta - PT TASPEN (Persero) mempertegas komitmennya dalam mewujudkan tata kelola perusahaan yang bersih…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat daya saing pelaku industri kecil dan menengah…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) tetap membuka layanan kepada jemaah haji di…
MONITOR, Jakarta - Pergerakan masyarakat dari Sumatera menuju Jawa pada masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru)…
MONITOR, Jakarta - Gerakan Kebangkitan Baru Nahdlatul Ulama (GKB-NU) mengecam keras intervensi militer Amerika Serikat…