PERTANIAN

Sektor Florikultura Prospektif, Program GRATIEKS Makin Masif

MONITOR, Jakarta – Usaha tanaman florikultura di Indonesia terus mengalami peningkatan seiring dengan meningkatnya pendapatan masyarakat. Kebutuhan tanaman florikultura terutama di kota besar bukan hanya sebagai tanaman florikultura pekarangan lagi, tetapi sudah merambah menjadi aneka keperluan seperti dekorasi dalam perkawinan, bunga tabur untuk kematian, karangan bunga, kebutuhan perhotelan dan lain sebagainya. Seiring dengan meningkatnya permintaan akan tanaman florikultura, benih yang bermutu dari varietas unggul sangat diperlukan.

Sejalan dengan program Kementerian Pertanian yang menggiatkan GRATIEKS (Gerakan Tiga Kali Ekspor) baru-baru ini Direktorat Jenderal Hortikultura kerjasama dengan PT Monfori Nusantara, eksportir yang bergerak di bidang florikultura, melakukan pelepasan ekspor benih florikultura dari hasil kultur jaringan (planlet). Adapun benih florikultura yang di ekspor yakni Dracaena, Begonia,Aglonema, Philodendron, Syngonium, Alocasia, dan lain-lain.

Setiap tahun benih kultur jaringan yang diekspor yakni sebanyak 2-2,8 juta planlet/ tahun, dengan angka ekspor sebesar 1,5 juta US dollar atau setara 21 Milyar/tahun. “Pada tahun 2019 lalu, terealisasi 2.233.726 juta planlet florikultura. Adapun produk dengan jumlah ekspor tertinggi yakni Lomandra, Dianella (sejenis Bulu Ayam) dengan total 1.563.767 juta planlet, dengan tujuan negara Australia dan Amerika,” ujar Luki, Humas PT Monfori Nusantara.

Kegiatan eskpor dilakukan secara rutin, setiap minggu 2 kali, yakni di hari Selasa dan Sabtu. Negara yang menjadi tujuan ekspor benih kultur jaringan florikultura ini yakni Australia (Meulbourne dan Brisbane), serta USA (kota Los Angeles). Setiap kali pengiriman, terdapat 50 ribu – 200 ribu planlet, tergantung permintaan pasar.

“Benih kultur jaringan florikultura tersebut diproduksi sendiri di Laboratorium Kultur Jaringan kami yang sudah terstandar”, ujar Luki selaku Humas PT Monfori Nusantara. Lanjutnya, pada semester 2 tahun 2019, PT Monfori mulai melakukan kerjasama dengan petani sekitar.

Selain untuk memenuhi kebutuhan eskpor ke Amerika dan Australia, eksportir tersebut juga memproduksi tanaman florikultura yang siap tanam, untuk memenuhi kebutuhan domestik.

Recent Posts

Kemnaker Perkuat Kompetensi dan Pelindungan Pekerja Hadapi Perubahan Dunia Kerja

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus memperkuat kompetensi dan pelindungan pekerja sebagai respons terhadap…

23 jam yang lalu

Kemenag Salurkan 1.000 School Kit dan 16 Ruang Belajar Sementara untuk Madrasah di NTT

MONITOR, NTT - Kementerian Agama menyalurkan bantuan berupa 1.000 school kit dan 16 Temporary Learning Space…

1 hari yang lalu

Universitas Islam Depok dan Hartford International University USA Jalin Kemitraan Perkuat Dialog Antarumat dan Akademik

MONITOR, Jakarta - Dalam upaya memperkuat kerja sama akademik internasional dan pemahaman lintas budaya, Universitas…

2 hari yang lalu

Jasa Marga Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Terdampak Gempa NTT

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak gempa bumi…

3 hari yang lalu

Kemenhaj Mediasi Pengaduan Penundaan Keberangkatan dan Pengembalian Dana Jemaah

MONITOR, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI memfasilitasi mediasi antara mitra pemasaran selaku…

3 hari yang lalu

Bursa Wirausaha Unggulan Buka Akses UMKM Naik Kelas

MONITOR, Medan — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Kementerian UMKM) memperkuat ekosistem kewirausahaan melalui…

3 hari yang lalu