Categories: BISNIS

Bumiputera Komitmen Bayar Klaim Pemegang Polis

MONITOR, Jakarta – Komisaris Independen AJB Bumiputera 1912 (AJBB) Diding S. Anwar menyatakan pengurus baru siap berkomitmen melayani pembayaran klaim Pemegang Polis (Pempol). Pemegang polis juga merupakan Pemilik Perusahaan (Usaha Bersama/Mutual) di AJB Bumiputera.

Dia menjelaskan kabar terbaru untuk data pembayaran klaim tahun 2019 hingga kuartal ketiga 2019 yang telah dibayarkan mencapai Rp3,88 Triliun. Namun dia juga menyebutkan saat ini jumlah Outstanding Claim atau klaim yang belum dibayarkan sekitar Rp4,2 Triliun. Jumlah tersebut diajukan dari sekitar 265.000 pemilik polis.

“Dari dulu sampai saat ini, setiap hari, minggu, bulan dan tahun, AJBB selalu terus melayani pembayaran klaim. Memang akhir-akhir ini ada gangguan cashflow, sehingga pembayaran klaim tertunda, tapi itu bukan gagal bayar,” ujar Diding di Jakarta, Sabtu (18/1) kemarin.

Lebih lanjut dia menjelaskan untuk tahun 2020 diperkirakan klaim pempol yang bakal jatuh tempo sekitar Rp5,4 Triliun. Ini belum termasuk Outstanding Claim yang diperkirakan sekitar Rp4,2 Triliun.

Untuk piutang premi lanjutan yang diterima estimasi sekitar Rp1,2 Triliun. Premi lanjutan merupakan kewajiban membayar premi oleh pemegang polis sampai masa pertanggungannya berakhir.

“AJBB 1912 pernah dibekukan operasional bisnis baru oleh Regulator di awal tahun 2017 dan menetapkan Pengelola Statuter (PS). Dampaknya tidak ada pendapatan premi baru yang masuk, namun beban tetap berjalan,” jelasnya.

Beberapa waktu lalu Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK Riswinandi meminta Rapat Umum Anggota (RUA) AJB Bumiputera membeberkan laporan keuangan kepada para pemegang polis yang juga pemegang saham asuransi bersama tersebut.

“Sekarang dengan kondisi keuangan ini, tentu yang diharapkan adalah dari pengurus harus menjelaskan kondisi keuangan itu kepada pemegang polis,” ujar Riswinandi beberapa waktu lalu.

Riswinandi menjelaskan, hal tersebut telah diatur dalam Anggaran Dasar pasal 38 yang memperkenankan pengurus mengumumkan kondisi keuangannya kepada pemegang saham. “Supaya kalau dilakukan upaya penyehatan, semuanya juga siap dengan konsekuensi apa yang akan dilakukan,” paparnya.

AJB Bumiputera 1912 masih kesulitan membayar klaim polis dari para nasabahnya. Mengacu pada hitung-hitungan yang dilansir pengelola statuter AJB Bumiputera pada akhir 2016, defisit keuangan perusahaan sekitar Rp2,1 triliun-Rp2,5 triliun per tahun selama 2017-2021.

Defisit ini karena Bumiputera menderita masalah “mismatch” likuditas, jumlah aset perusahaan lebih kecil dari kewajiban jatuh tempo yang harus dibayarkan perusahaan.
(ind)

Recent Posts

Pengawasan Partisipatif Muda dalam Politik Elektoral

Oleh: Asep Rizal Murtadho* Partisipasi politik dalam proses elektoral mengandalkan keterlibatan seluruh komponen, termasuk masyarakat…

2 jam yang lalu

Kemnaker Siapkan Tim Khusus Tindaklanjuti Perselisihan Hubungan Industrial di PT Epson

MONITOR, Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) berkomitmen mengawal penyelesaian perselisihan hubungan industrial dan penegakan norma…

14 jam yang lalu

Jemaah Haji Mulai Bergerak ke Arafah, Kemenhaj Imbau Jaga Kesehatan Selama Armuzna

MONITOR, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah menyampaikan bahwa jemaah haji Indonesia mulai diberangkatkan secara…

16 jam yang lalu

Gelar RUPST, Jasamarga Tollroad Maintenance Catatkan Kinerja Positif Sepanjang Tahun Buku 2025

MONITOR, Jakarta — PT Jasamarga Tollroad Maintenance (PT JMTM) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan…

16 jam yang lalu

Kemenperin Siapkan Asesor Profesional untuk Percepat Industrialisasi Nasional

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian terus memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) industri yang kompeten…

16 jam yang lalu

Program ‘Jaga Jakarta’ jadi Model Modernisasi Keamanan, SDR Puji Kinerja Polda Metro Jaya

MONITOR, Jakarta - Program Jaga Jakarta dinilai menjadi salah satu inovasi strategis dalam modernisasi sistem…

16 jam yang lalu