Terkait Pansus Banjir, Pengamat: DPRD DKI Giring Opini untuk Popularitas

Banjir menggenangi pemukiman warga di Jakarta

MONITOR, Jakarta – Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Jakarta memunculkan wacana akan dibentuknya pansus oleh DPRD DKI. Namun, bukan mendapat apresiasi, wacana tersebut malah menimbulkan gunjingan dari sejumlah kalangan, salah satunya yakin dari Aliansi Masyarakat Jakarta (Amarta).

Ketua Aliansi Masyarakat Jakarta (Amarta) Rico Sinaga menyebut kalau pembentukan pansus banjir hanya digelindingkan oleh sejumlah anggota DPRD DKI hanya untuk mencari popularitas.

“Apa yang mau dipansuskan, sama halnya yang mau gugat (class action) kepada Gubernur Jakarta Anies Baswedan. Apanya yang mau digugat,”ujar Ketua Amarta Rico Sinaga dalam keterangan tertulisnya yang diterima MONITOR, (13/1).

Menurut Rico, kedua aksi itu kurang cerdas dalam memainkan opini untuk mencari popularitas.

“Hujan deras, air besar (banjir besar) datang dari atas (daerah puncak sekitarnya) turun ke Jakarta lalu Jakarta kering, tidak banjir itu baru sensansi yang bisa jadi opini,”ungkapnya.

“Jadi cerdas-cerdaslah beropini. Saya sudah tidak mau lagi mengulas lagi soal banjir karena penberitaannya sudah wara wiri. Saya hanya mengingatkan saja, kalau belajar politik yang cerdas,”tegasnya.

Tak hanya itu Rico pun mengapresiasi sikap Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi yang tak terlalu peduli dengan sikap anggotanya yang ngotot untuk mendorong pembentukan pansus banjir.

“Saya kira sikap Prasetio dalam menyikapi persoalan pembentukan pansus banjir sudah benar,” pungkasnya.