BUMN

Pertamina Fokus Antisipasi Pasokan BBM di Empat Lokasi Selama Satgas Nataru

MONITOR, Madiun – Komisaris Pertamina Condro Kirono dan Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Mas’ud Khamid didampingi SVP Business Operation Yanuar Budi H., VP Marketing & Sales Support Firman Febrianto serta GM MOR V Werry Prayogi melakukan management walkthrough ke Terminal BBM Madiun di sela-sela kegiatan pemantauan kesiapan tim Satgas Natal dan Tahun Baru (Nataru) di sepanjang jalur tol Trans Jawa.

Tim manajemen Pertamina melakukan tatap muka dengan seluruh insan TBBM Madiun yang sedang menunaikan tugas selama libur panjang Natal 2019 dan Tahun Baru 2020. 

Dalam kesempatan itu, Direktur Pemasaran Ritel Mas’ud Khamid mengingatkan bahwa sebagai salah satu BUMN yang diamanatkan mengelola energi nasional, Pertamina wajib mengantisipasi pergerakan secara massal yang dilakukan masyarakat Indonesia di masa-masa libur panjang seperti sekarang ini. 

“Dalam kondisi ini kita harus siaga mengantisipasi peningkatan konsumsi BBM, khususnya di jalur-jalur yang dilalui oleh masyarakat yang melakukan perjalanan jauh,” ungkapnya. 

Selain itu, Mas’ud menambahkan, selesainya jalan tol Trans Jawa, Trans Sumatera, dan jalur tol lainnya juga harus diantisipasi Pertamina karena harus ada SPBU di sepanjang jalur tol tersebut. 

“Oleh karena itu, saya berterima kasih kepada seluruh insan Pertamina, termasuk yang bertugas di MOR V, yang telah berupaya maksimal memenuhi kebutuhan energi masyarakat untuk wilayah Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara,” ujarnya. 

Mas’ud juga mengingatkan ada empat lokasi yang menjadi fokus utama Pertamina dalam memenuhi kebutuhan BBM pada masa Satgas Nataru, yaitu kota-kota yang banyak merayakan Natal, jalur trans tol yang dilalui masyarakat untuk mudik atau liburan, kota-kota yang menjadi destinasi wisata, serta spot-spot berkumpulnya masyarakat saat malam Tahun Baru. 

“Jangan lupa juga untuk terus melakukan edukasi tentang digitalisasi SPBU yang sudah bisa melakukan pembayaran nontunai melalui LinkAja atau menggunakan aplikasi MyPertamina,” imbuhnya.

Pada kunjungan tersebut, Komisaris Pertamina Condro Kirono dan Direktur Pemasaran Ritel Mas’ud Khamid juga menyerahkan bantuan berupa paket tas dan alat tulis untuk Panti Asuhan Rumah Kasih Debora dan Panti Asuhan Bhakti Luhur.

Selain itu juga diberikan dana santunan untuk Panti Jompo Wisma Asih dan Panti Asuhan. Bantuan juga diberikan kepada rumah ibadah berupa Sembako dan inventaris untuk Gereja Immanuel, serta bantuan untuk enam gereja di Nusa Tenggara Timur dengan total nilai sebesar Rp1,2 miliar.

Sedangkan untuk operator SPBU, motoris Pertamina Delivery Service, dan Awak Mobil Tangki yang bertugas di wilayah operasi MOR V, Pertamina juga memberikan bingkisan sebagai bentuk apresiasi atas kinerja maksimal mereka melayani konsumen di garda terdepan.

Recent Posts

Bimtek Pengolahan Sampah Pusat PVTPP Kementan ubah Limbah jadi Cuan

MONITOR, Bogor - Kementerian Pertanian Republik Indonesia melalui Pusat Pelindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian…

55 menit yang lalu

UTBK 2026 Masih Diwarnai Banyak Kecurangan, Puan Dorong Adaptasi Sistem dan Teknologi Pengawasan

Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti masih banyaknya kecurangan dalam Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi…

1 jam yang lalu

DWP Kementerian UMKM Apresiasi Perempuan Tangguh Lintas Profesi

MONITOR, Jakarta – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian UMKM memberikan apresiasi kepada perempuan tangguh dari berbagai…

2 jam yang lalu

Oktober 2026, Forum Antaragama G20 dan MHM Gelar KTT 2026 di Amerika Serikat

MONITOR, Jakarta - Asosiasi Forum Antar Agama G20 (IF20) bersama Majelis Hukama Muslimin (MHM) akan mengadakan…

15 jam yang lalu

Pembangunan Gedung Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta: Lompatan Peradaban Menata Ulang Arah Keilmuan

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, meresmikan pembangunan Gedung Fakultas Ushuluddin UIN Syarif…

17 jam yang lalu

Mei, Gerakan Sosial, dan Ancaman Keamanan Nasional

Oleh: Robi SugaraDosen Keamanan Internasional, Prodi HI, FISIP, UIN Jakarta Mei akan selalu menjadi bulan…

20 jam yang lalu