Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera (net)
MONITOR, Jakarta – Masalah yang mendera dua perusahaan asuransi pelat merah menjadi keprihatinan bagi Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera. Ia menyayangkan, jelang akhir tahun, Negara justru terbebani dengan utang klaim kedua BUMN asuransi tersebut.
“Menjelang berakhirnya tahun 2019 kita kembali mendapat kabar kurang baik dari salah satu BUMN kita. Setelah AJB Bumiputera 1912, kini Asuransi Jiwasraya mengalami permasalahan dalam hal pembayaran klaim,” ujar Mardani Ali Sera, dalam keterangan resminya, Kamis (26/12).
Berdasarkan data yang diperolehnya dari Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), Ia mengatakan kasus asuransi baru sekitar 20an kasus. Namun, lanjut dia, potensi kerugiannya mencapai Rp40 triliun hingga Rp50 triliun.
Anggota DPR RI ini mengungkapkan, salah satu penyebab kedua asuransi tersebut gagal membayarkan polis nasabah karena manajemen perusahaan yang buruk.
“Pertama, buruknya manajemen perusahaan serta persoalan investasi manipulatif. Ini yang kemudian berdampak pada besarnya piutang yang harus ditanggung kedua asuransi tersebut,” terangnya.
Mardani menegaskan, kasus ini perlu diusut tuntas hingga terbongkar siapa saja oknum dibalik kolapsnya perusahaan asuransi ini.
“Kejadian ini perlu diungkap sampai keakar-akarnya. Bongkar siapa pelakunya karena ini merugikan nasabah, negara, dan industri,” tandasnya.
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi II DPR RI Deddy Yevri Hanteru Sitorus menyampaikan kritik tajam…
MONITOR - Analis intelijen, pertahanan, dan keamanan Ngasiman Djoyonegoro, menilai bahwa sikap Polri dan pemerintah…
MONITOR, Jakarta - Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan komitmen kuat dalam mencerdaskan…
MONITOR, Jakarta - Guna meningkatkan daya saing industri nasional dalam menghadapi dinamika ekonomi global serta…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) menggelar rangkaian kegiatan bakti sosial dalam rangka…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama menerima hibah lahan dan bangunan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) dari…