POLITIK

Bamsoet: Irjen (Pol) Gatot Eddy Sosok Tepat Dampingi Kapolri

MONITOR, Jakarta – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendukung penempatan baru Irjen (Pol) Gatot Eddy Pramono dari Kapolda Metro Jaya menjadi Wakapolri, sesuai Surat Telegram nomor: ST/3331/XIII/KEP./2019 tertanggal 20 Desember 2019.

Menurut dia, rekam jejak lulusan Akpol 1988 tersebut sudah teruji di berbagai medan penempatan.

Dari mulai Wakil Kepala Kepolisian Sektor Selektif Wlingi Resor Blitar (1988), Kepala Kepolisian Sektor Srengat Resor Blitar (1988), hingga Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (2015-2017), kemudian Kepala Satuan Tugas Nusantara (2018) yang dibentuk untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi saat Pilkada berlangsung, dan terakhir sebagai Kapolda Metro Jaya (2019).

“Ditengah berbagai hiruk pikuk dan akrobat politik yang menyertai Pilkada Serentak 2018 dan Pemilu 2019, Polri berhasil tetap menjaga situasi bangsa dalam keadaan aman dan damai. Salah satunya berkat Satuan Tugas Nusantara yang dipimpin Irjen Gatot,” kata Bamsoet, di Jakarta, Sabtu (21/12).

“Tentu tanpa mengurangi apresiasi seluruh aparat kepolisian dari mulai tingkat Polsek hingga Mabes,” tambahnya.

Mantan Ketua DPR RI dan Ketua Komisi III DPR RI ini menilai dengan tugas barunya sebagai Wakapolri, Irjen Gatot harus bisa mendampingi Kapolri Idham Azis sebagai ‘dwi tunggal’ yang tak terpisahkan. Keduanya harus kompak, seiring sejalan. Sehingga bisa menjadi panutan personil kepolisian di berbagai lapisan.

“Mengingat Pilkada Serentak 2020 sudah di depan mata, peran Irjen Gatot yang dulu pernah memimpin Satuan Tugas Nusantara, diharapkan bisa mendampingi Kapolri Idham Azis untuk membawa Polri tampil prima dalam menjaga bangsa dari perpecahan akibat Pilkada,” kata dia.

“Selain harmonisasi hubungan di internal kepolisian, sinergi dengan TNI juga harus tetap dijaga agar bisa bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban,” tutur Bamsoet.

Anggota fraksi Partai Golkar ini mengingatkan, Pasal 2 UU No. 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia jelas menyebutkan bahwa fungsi kepolisian adalah salah satu fungsi pemerintahan negara di bidang pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

“Jadi yang penting digarisbawahi, tugas utama Polri adalah memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat. Untuk mewujudkannya, Polri perlu masuk ke bebagai ruang kehidupan lapisan masyarakat, menyatu dengan masyarakat. Jangan jadikan kewenangan hukum sebagai alat represif yang membuat jarak antara Polri dengan rakyat,” pungkas Bamsoet.

Recent Posts

Dalam Sebulan, Prodi PAI FITK UIN Jakarta Hantarkan 4 Proposal Riset Kolaboratif ke Kompetisi BRIN 2026

MONITOR, Tangerang Selatan - Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan…

2 jam yang lalu

Komisi IX DPR Soroti 6 Ribu Bayi Meninggal Tiap Tahun

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher menaruh perhatian serius terhadap…

16 jam yang lalu

Soroti Praktik TPPO Berkedok Perjalanan Wisata, Legislator Desak Pemerintah Perbarui Strategi Pencegahan

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah menyoroti penangkapan buronan internasional kasus tindak…

16 jam yang lalu

Marak Kecelakaan Kapal, Puan Soroti Minimnya Faktor Keamanan Transportasi Laut

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti minimnya faktor keselamatan dan keamanan transportasi…

16 jam yang lalu

DeepTalk Indonesia: Kasus Hukum Febrie Adriansyah Momentum Reformasi Kejaksaan

MONITOR, Jakarta - Akademisi, praktisi hukum, aktivis dan mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendorong…

17 jam yang lalu

Harlah ke-25 PonPes Al-Qur’aniyyah, Pesantren sebagai Penggerak Ekonomi Umat

MONITOR, Tangerang Selatan – Staf Ahli Menteri UMKM Bidang Hukum dan Kebijakan Publik, Reghi Perdana,…

18 jam yang lalu