Presiden Jokowi menjawab wartawan usai menerima pimpinan MPR RI, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (16/10) siang. (Foto: setkab.go.id)
MONITOR, Jakarta – Pengelolaan cadangan beras menjadi salah satu konsen yang dibahas Presiden Joko Widodo, saat menggelar Rapat terbatas bersama sejumlah menterinya di Jakarta, Rabu (4/12) kemarin sore.
Jokowi mengatakan, dirinya telah meminta manajemen pengelolaan cadangan beras segera dibenahi dan dicarikan solusinya, untuk masalah stok beras yang tidak dapat tersalurkan.
“Saya meminta manajemen pengelolaan cadangan beras segera dibenahi sehingga penumpukan stok beras yang tidak tersalurkan dapat ditangani, dan dicarikan jalan keluarnya sejak jauh hari,” kata Jokowi, dalam keterangan persnya, Kamis (5/12).
Ia menjelaskan, penumpukan tersebut meningkatkan biaya perawatan, juga dapat menurunkan mutu dari stok beras yang ada.
Selain itu, orang nomor wahid ini mengharapkan data produksi beras yang betul-betul riil dan terkonsolidasi sehingga kita memiliki pegangan data yang kuat sebelum mengambil keputusan.
“Produksi beras di setiap daerah tidaklah merata, ada yang berlebih dan mampu memasok ke luar daerahnya, ada pula yang membutuhkan pasokan beras dari luar wilayahnya,” terang Jokowi.
“Jadi, selain urusan ketersediaan komoditas beras, manajemen logistik dan rantai pasok beras nasional juga perlu dibenahi,” tambahnya.
MONITOR, Tanjungpinang - Sebanyak 1.728 ekor kuda laut kering dengan berat total 6,5 kilogram ditemukan…
MONITOR, Jakarta - Musik dapat menjadi ruang perjumpaan lintas bangsa dan budaya ketika dunia diwarnai…
MONITOR - Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan komitmen Kementerian Agama untuk terus memperkuat kemandirian dan…
MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melalui Kemnaker Peduli Bencana terus memberikan dukungan kepada masyarakat…
MONITOR, Depok — Mahasiswa Universitas Islam Depok (UID), Sutan Akhyar Rajabi, berhasil meraih Juara 1…
MONITOR, Jakarta - Guru Besar Pemikiran Pendidikan Islam Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta sekaligus Pendiri Jaringan…