MEGAPOLITAN

DPRD DKI Ngotot Gaji TGUPP Diambil dari Kantong Anies

MONITOR, Jakarta – Desakan agar usulan anggaran Rp 19,8 Miliar untuk Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) agar tak masuk dalam APBD DKI 2020, terus digulirkan oleh para wakil rakyat Jakarta.

Para politisi yang berkantor di Jalan Kebon Sirih ini menginginkan anggaran untuk biaya TGUPP tersebut dikeluarkan dari kantong Anies Baswedan, sebagai gubernur melalui anggaran operasional gubernur.

“Tim TGUPP ini kan yang bentuk gubernur. Dan dalam bekerja mereka hanya bertanggung jawab kepada gubernur. Oleh karenanya kami pun meminta yang menggaji TGUPP ini adalah gubernur langsung melalui dana operasional gubernur,” ujar Anggota Fraksi PDI-P DKI Jhonny Simanjuntak.

Jhonny pun menyebut, karena tupoksi kinerja TGUPP tak jelas, kehadiran TGUPP mempengaruhi kinerja satuan kerja perangkat daerah (SKPD) DKI Jakarta.

Tak hanya Fraksi PDI-P, Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI juga meminta anggaran TGUPP harus dihapus dari APBD.

“Kami di dewan sulit mengukur kinerja TGUPP, karena itu tadi mereka (TGUPP) ini hanya mempertangungjawabkan kinerja hanya kepada gubernur. Kalau gitu yang mengeluarkan biaya untuk TGUPP seharusnya gubernur saja. Jadi kami Fraksi PSI menilai bahwa anggaran TGUPP perlu dihapus atau dikurangi,” kata Sekretaris Fraksi PSI Anthony Winza.

Fraksi Golkar pun mengungkapkan hal sama, Fraksi Golkar menilai kinerja TGUUP DKI Jakarta tidak efektif. Bahkan Fraksi Golkar menuding kehadiran TGUPP hanya membebani APBD DKI Jakarta.

“Fraksi Partai Golkar meminta dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap tugas dan fungsi TGUPP, termasuk evaluasi jumlah anggota TGUPP yang menurut hemat kami jumlahnya terlalu banyak sehingga mengakibatkan tidak efektif dalam bekerja dan membebani APBD DKI Jakarta,” ujar Anggota Fraksi Golkar Judistira Hermawan.

Diketahui, Pemprov DKI Jakarta mengusulkan anggaran TGUPP sebesar Rp 19,8 miliar dalam rancangan Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) untuk APBD DKI Jakarta tahun 2020.

Anggaran tersebut berada pada pos Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) yang merupakan mitra kerja Komisi A DPRD DKI.

Komisi A merekomendasikan anggaran TGUPP dicoret dari rancangan KUA-PPAS dan dialihkan menggunakan biaya operasional Anies. Sebab, TGUPP bertanggung jawab langsung kepada Anies.

Komisi A juga merekomendasikan adanya evaluasi tugas pokok dan fungsi TGUPP. Sebab, jumlah anggota dan anggaran TGUPP melonjak di era Anies.

Recent Posts

Disamarkan sebagai Makanan Ringan, 1.728 Kuda Laut Kering Digagalkan di Bandara RHF

MONITOR, Tanjungpinang - Sebanyak 1.728 ekor kuda laut kering dengan berat total 6,5 kilogram ditemukan…

5 jam yang lalu

Sambut Andrea Bocelli, Hery Haryanto Azumi: Musik Bisa jadi Jembatan Peradaban di Tengah Konflik Global

MONITOR, Jakarta - Musik dapat menjadi ruang perjumpaan lintas bangsa dan budaya ketika dunia diwarnai…

2 hari yang lalu

Menag Dorong Kemandirian Pesantren, Apresiasi Inovasi Ekonomi dan Digital Al Yasini

MONITOR - Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan komitmen Kementerian Agama untuk terus memperkuat kemandirian dan…

2 hari yang lalu

Kemnaker Hadirkan Pelatihan Vokasi bagi Masyarakat Terdampak Gempa di NTT

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melalui Kemnaker Peduli Bencana terus memberikan dukungan kepada masyarakat…

3 hari yang lalu

Mahasiswa UID, Sutan Akhyar Rajabi Jadi Pemuda Pelopor Terbaik Depok 2026 Bidang Pendidikan

MONITOR, Depok — Mahasiswa Universitas Islam Depok (UID), Sutan Akhyar Rajabi, berhasil meraih Juara 1…

3 hari yang lalu

Guru Besar UIN Jakarta: Ma’had Aly Perlu Diperlakukan Setara dalam Sistem Pendidikan Nasional

MONITOR, Jakarta - Guru Besar Pemikiran Pendidikan Islam Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta sekaligus Pendiri Jaringan…

3 hari yang lalu