Tanaman Pangan

Amankan Produksi Padi Tahun 2024, Kementan Lakukan Percepatan Tanam serta Kendalikan Hama di Subang dan Purwakarta

MONITOR, Purwakarta – Kementerian Pertanian RI melalui Direktorat Jenderal Tanaman Pangan terus bekerja tanpa henti melakukan pengawalan terhadap pertanaman pangan. Upaya itu dilakukan Kementan dengan mengawal percepatan tanam pada musim tanam 2024 sekaligus mengamankan produksi padi dengan gerakan pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) atau yang disebut juga hama dan penyakit tanaman di Subang dan Purwakarta (7/5).

Saat turun langsung di Kabupaten Subang dan Purwakarta, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi meminta pada petani di daerah yang sudah panen untuk segera melakukan percepatan olah tanah dan siap tanam.

“Percepatan tanam reguler dari panen ke tanam maksimal 14 hari, semai dapat dilakukan dengan semai culik atau semai kering. Saat panen, jerami jangan dibakar. Supaya jerami dibalik cepat menjadi kompos, semprot dengan decomposer,” ujar Suwandi.

“Untuk mengamankan pertanaman dari serangan OPT, lakukan pengamatan dini sejak persemaian. Untuk hama penggerek batang atau sundep, kumpulkan kelompok telur penggerek batang saat persemaian. Selain itu, wereng juga dijaga mulai dari persemaian. Di beberapa daerah wereng sedang menjadi perhatian. Jadi, mencegah lebih baik daripada mengobati. Tolong kuncinya tanam serentak. Utamakan pengendalian yang alami, dengan pestisida biologi dan nabati. Pestisida kimia adalah pilihan terakhir,” imbuh Suwandi.

“Upaya mengawal dan mendampingi petani ini sesuai dengan arahan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman yang selalu berkomitmen untuk hadir bersama petani,” Sambung Suwandi.

Sementara itu, Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Rachmat yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyatakan bahwa saat ini awal musim tanam sudah mulai berlangsung dan pengendalian OPT harus kita mulai sejak persemaian, bahkan sebelumnya.

“Pengendalian OPT dilakukan mulai dari pemilihan benih tahan OPT, perlakuan benih, pengendalian di persemaian, seperti pengumpulan telur penggerek batang. Nah, telur penggerek batang ini selanjutnya bisa kita gunakan sebagai konservasi musuh alami penggerek batang, yaitu dengan meletakkannya di bumbung/botol konservasi sehingga memancing musuh alami datang,” tutur Rachmat.

Rachmat pun menambahkan bahwa pengumpulan telur penggerek batang saat persemain ini efektif karena 1 kelompok telur, jika menetas dapat menjadi sekitar 150 ulat penggerek. Jadi, pengendalian penggerek batang di persemaian ini dapat menyelamatkan ratusan hektar pertanaman.

Hadir mewakili Dinas Pertanian Kab. Subang, Andrie Anggraeni mengapresiasi Kementan yang tidak kenal lelah turun ke lapangan mendampingi petani. “Subang sebagai salah satu sentra produksi padi, memang tidak boleh lengah terhadap serangan OPT, terutama penggerek batang, wereng coklat, dan tikus. Oleh karena itu, kami siap untuk mendukung setiap program/kegiatan pemerintah pusat demi mengamankan capaian produksi pangan di Kabupaten Subang,” ungkap Andrie.

Selaras dengan Andrie, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kab. Purwakarta, Sri Jaya Midan menginstruksikan kepada seluruh jajarannya agar selalu siap melaksanakan dan menyukseskan program-program Kementan. “Apa yang disampaikan oleh Pak Dirjen Tanaman Pangan agar dilaksanakan sepenuh hati demi pengamanan produksi dan kesejahteraan petani,” terang Midan.

Pada kesempatan ini, Tim Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, yang terdiri dari Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan dan Balai Besar Peramalan OPT melakukan gerakan pengendalian penggerek batang padi di Desa Sidamulya Kec. Cipunagara, Subang. Gerakan pengendalian dilakukan pada persemaian dengan pengumpulan kelompok telur penggerek batang padi sebagai salah satu pengendalian mekanik. Selain itu, dilakukan juga gerakan pengendalian wereng batang coklat di Desa Ciherang Kec. Pasawahan, Purwakarta dengan aplikasi pestisida biologi.

Koordinator Satuan Pelayanan BPTPH Wilayah II Subang, H. Iduk menyampaikan rasa terima kasihnya atas pendampingan Tim Kementan di wilayahnya ini. “Kami dan teman-teman petugas POPT selalu siap siaga mengamankan produksi pangan dari serangan OPT, khususnya penggerek batang padi, wereng batang coklat, dan tikus yang memang menjadi OPT utama di wilayah kami. Selain pengendalian yang difasilitasi pemerintah, kami juga giatkan pengendalian secara swadaya,” jelas Iduk.

Recent Posts

MUI: Penundaan Pelaksanaan Wajib Halal Menunjukkan Kekurang Siapan

MONITOR, Jakarta - Ketua Bidang Halal Majelis Ulama Indonesia (MUI), DR. KH Masyhuril Khamis, SH.,…

7 jam yang lalu

Menhaj: Belanja Haji Capai 4 Triliun, UMKM Daerah Harus Ambil Peluang

MONITOR, Gowa - Penyelenggaraan haji bukan hanya urusan perjalanan dan ibadah. Aktivitas jutaan jemaah dan…

7 jam yang lalu

Kawendra Dorong HKTI Kawal Aspirasi Petani, Bantuan Ayam Petelur dan 20 Etalase Disalurkan di Lumajang

MONITOR, Lumajang - Anggota DPR RI Kawendra Lukistian mendorong Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten…

1 hari yang lalu

HKTI Lumajang Dorong Hilirisasi Pertanian, PAC di 21 Kecamatan Diminta Dampingi Petani

MONITOR, Lumajang - Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Lumajang mendorong percepatan hilirisasi produk pertanian…

2 hari yang lalu

MUI Desak Penegakan Hukum Tegas terhadap Pelaku Karhutla, Serukan Salat Istisqa dan Qunut Nazilah

MONITOR, Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap pelaku…

2 hari yang lalu

Jasa Marga Fasilitasi Lima UMKM Binaan di Trade Expo Indonesia 2026

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk terus mendorong kemandirian dan daya saing Usaha…

2 hari yang lalu