Soal Hak Istimewa, PSI Minta Publik Jangan Hakimi Staf Milenial Jokowi

1541
Ketua DPP PSI Tsamara Amani Alatas (dok: net)

MONITOR, Jakarta – Politisi muda Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tsamara Amani Alatas turut menyoroti tujuh anak muda milenial yang diangkat Presiden Jokowi sebagai staf khususnya. Diketahui, ketujuh anak muda tersebut merupakan sosok berpengaruh yang memiliki kiprah cemerlang di bidang masing-masing.

Namun belakangan, publik menilai diangkatnya ketujuh anak muda tersebut karena faktor pengaruh keluarga merekaa yang kaya raya, misalnya Putri Indahsari Tanjung. Melihat persepsi masyarakat, Tsamara tak menampik jika anak orang kaya wajar memiliki keistimewaan.

Namun Tsamara menampik, jika mereka tidak memiliki tantangan dalam hidupnya. “Soal privilege. Betul mungkin anak orang kaya punya keistimewaan, tapi bukan berarti tak menghadapi tantangan sama sekali,” ujarnya, Sabtu (23/11).

Tsamara melihat, publik cenderung sentimen atas pengangkatan tujuh staf khusus Jokowi yang berasal dari kalangan milenial itu.

“Saya gak bicara spesifik soal pengangkatan stafsus. Wajar saja pro-kontranya. Saya hanya melihat sebagian perdebatan privilege yang menurut saya mulai bergeser menjadi sentimental,” tandasnya.

Ia pun mengingatkan, agar publik menghargai jerih payah karir yang dibangun para staf khusus Jokowi. Selain itu, istri dari Ismail Alatas ini meminta agar masyarakat tidak mudah merendahkan ketujuh staf muda Jokowi itu.

“Kita jadi tidak adil kalau ada dari mereka yang berdiri sendiri, kerja keras dan berhasil buktikan diri tapi kita rendahkan perjuangannya dengan alasan anak orang kaya,” tegasnya.