Garuda Indonesia (Foto: Dok Tempo)
MONITOR, Jakarta – Sehubungan dengan adanya delay pada penerbangan GA 4204 rute Jakarta – Denpasar yang seharusnya take off pukul 07.30 WIB menjadi 16.30 WIB. Bersama ini Garuda Indonesia menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan yang terjadi karena pesawat harus mengalami perbaikan terlebih dahulu dan Garuda Indonesia harus memastikan aspek keselamatan dan kenyamanan penumpang.
GA 4204 yang seharusnya take off pukul 07.30 WIB mengalami kendala teknis, sehingga harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh tim maintenance Garuda Indonesia dan akan diterbangkan pada pukul 12.00 WIB setelah menjalani perbaikan.
Namun, setelah dilakukan perbaikan ternyata waktu yang diperlukan untuk perbaikan pesawat lebih lama dari perkiraan semula sehingga Garuda Indonesia memutuskan untuk mencari pesawat pengganti yang baru siap diterbangkan pada pukul 16.30 WIB.
GA 4204 adalah penerbangan ekstra yang melayani penumpang karena penerbangan pada hari ini dengan tujuan ke Bali secara keseluruhan fully booked sehingga penumpang tidak bisa dipindahkan ke pesawat berikutnya. Garuda Indonesia telah memberikan kompensasi sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan yang berlaku.
Sekali lagi kami memohon maaf atas keterlambatan yang terjadi dan atas perubahan pemberitahuan sebanyak tiga kali hingga pesawat baru dapat diberangkatkan pada pukul 16.30 WIB. Garuda Indonesia berkomitmen untuk selalu memastikan safety dan kenyamanan penerbangan para penumpang.
MONITOR, Labuan Bajo – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI Maman Abdurrahman meninjau…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan guru binaan. Fokus…
MONITOR, Tangerang Selatan - Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Ibnu…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mempercepat penguatan infrastruktur pengelolaan air dan limbah di kawasan…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher menyampaikan duka cita yang…
MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris mengkritik keras kebijakan Badan…