POLITIK

Penambahan Wakil Menteri dinilai Hanya Bagi-bagi Kekuasaan

MONITOR, Jakarta – Adanya wacana Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menambah enam jabatan Wakil Menteri (Wamen) dalam Kabinet Indonesia Maju menuai banyak reaksi. Tak sedikit yang menyebut adanya rencana penambahan Wamen tersebut sangat tidak tepat dilakukan.

Bahkan, pengamat Politik Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komaruddin menilai adanya wacana penambahan posisi Wamen itu terkesan hanya bagi-bagi jabatan kepada Partai pengusungnya yang belum mendapatkan jatah.

“Penilaian saya penambahan Wamen itu hanya bagian bagi-bago kekuasaan dan jabatan bagi partai, orang, atau kelompok orang yang belum kebagian posisi,” kata Ujang.

Ujang pun menyebut jika benar Jokowi menambahkan enak jabatan Wamen tersebut dengan istilrah power sharing guna mengakomodir.

“Ini sangat jelas power sharing. Mengakomodir pihak-pihak yang belum dapat bagian,” paparnya.

Sebelumnya Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko pun telah memastikan bahwa institusinya akan menambah Wakil KSP. Meski demikian, dia menerangkan bahwa rencana penambahan enam Wamen itu masih dalan tahap rencana. Karena itu penambahan enam Wamen bisa saja berubah.

“Ya baru rencana, rencana kan bisa berubaha, namanya juga rencana,” ujar Moeldoko.()

Recent Posts

Tangsel Perkuat Otonomi Daerah, Pilar Dorong Sinergi Pusat-Daerah dan Inovasi Layanan Publik

MONITOR, Ciputat – Peringatan Hari Otonomi Daerah (OTDA) ke-30 di Kota Tangerang Selatan dimaknai sebagai momentum…

21 menit yang lalu

Kemenhaj Minta Umat Waspadai Tawaran Haji Non-Prosedural

MONITOR, Jakarta – Penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriyah/2026 Masehi memasuki hari kelima operasional. Kementerian Haji dan…

3 jam yang lalu

Menperin: Pendidikan Vokasi Jadi Fondasi Utama Pembangunan SDM Industri

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus menegaskan komitmennya untuk memperkuat struktur industri manufaktur nasional melalui…

4 jam yang lalu

Partai Gelora: Indo-Pasifik Berpotensi Jadi Pusat Konflik Baru

MONITOR, Jakarta - Mantan Ketua Komisi I DPR RI periode 2010–2017, Mahfuz Sidik, memprediksi kawasan…

5 jam yang lalu

Menaker: Lulusan Perguruan Tinggi Wajib Kuasai “Triple Readiness” Hadapi Disrupsi AI

Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli, menegaskan bahwa ijazah akademik tidak lagi menjadi satu-satunya penentu keberhasilan…

7 jam yang lalu

Tinjau Koperasi Desa Merah Putih di Sabang, Prof Rokhmin: Kehadiran KDMP Harus Sejahterakan Rakyat

MONITOR, Kota Sabang - Anggota Komisi IV DPR RI, Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri,…

9 jam yang lalu