Direktur IPR Ujang Komaruddin (dok: Hendrik Monitor)
MONITOR, Jakarta – Adanya wacana Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menambah enam jabatan Wakil Menteri (Wamen) dalam Kabinet Indonesia Maju menuai banyak reaksi. Tak sedikit yang menyebut adanya rencana penambahan Wamen tersebut sangat tidak tepat dilakukan.
Bahkan, pengamat Politik Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komaruddin menilai adanya wacana penambahan posisi Wamen itu terkesan hanya bagi-bagi jabatan kepada Partai pengusungnya yang belum mendapatkan jatah.
“Penilaian saya penambahan Wamen itu hanya bagian bagi-bago kekuasaan dan jabatan bagi partai, orang, atau kelompok orang yang belum kebagian posisi,” kata Ujang.
Ujang pun menyebut jika benar Jokowi menambahkan enak jabatan Wamen tersebut dengan istilrah power sharing guna mengakomodir.
“Ini sangat jelas power sharing. Mengakomodir pihak-pihak yang belum dapat bagian,” paparnya.
Sebelumnya Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko pun telah memastikan bahwa institusinya akan menambah Wakil KSP. Meski demikian, dia menerangkan bahwa rencana penambahan enam Wamen itu masih dalan tahap rencana. Karena itu penambahan enam Wamen bisa saja berubah.
“Ya baru rencana, rencana kan bisa berubaha, namanya juga rencana,” ujar Moeldoko.()
MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama memastikan telah membayarkan gaji para pegawai yang pindah ke Kementerian…
MONITOR, Jakarta - Kepala Staf Umum TNI Letjen TNI Richard Tampubolon selaku Wakil Ketua I…
MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid mengapresiasi langkah inovatif pemerintah…
MONITOR, Jakarta - Menteri Agama mengusulkan agar perceraian ditunda sebelum ada rekomendasi konsultasi dari Badan…
MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, meminta pemerintah memberikan gambaran…
MONITOR, Jakarta - Menteri Haji dan Umrah, Moch. Irfan Yusuf, menegaskan komitmen pemerintah dalam menghadirkan…