Anggaran Pembangunan Trotoar di Ibu Kota Dipangkas

56
Ilustrasi trotoar di Ibukota

MONITOR, Jakarta – Pemprov DKI Jakarta dan DPRD akhirnya sepakat mengurangi anggaran revitalisasi trotoar yang diusulkan dalam KUA-PPAS 2020 sebesar Rp 200,4 miliar. Keputusan tersebut diambil dalam rapat Komisi D DPRD DKI, Selasa (12/11/2019).

“Jadi setelah kami lakukan pendalaman dan peninjauan langsung ke salah satu pembangunan trotoar, maka kami setujui perubahan angka rencana kegiatan revitalisasi trotoar dari Rp 1,2 triliun, berkurang Rp 200,4 miliar menjadi Rp 1 triliun pada 2020,” kata Sekretaris Komisi D DPRD DKI Syarif, Rabu (13/11).

Dirinya berharap, penyesuaian pagu anggaran tersebut dapat dioptimalkan untuk kegiatan bidang lain, misalnya optimalisasi terhadap kebutuhan masing-masing suku dinas (sudin) wilayah.

“Makannya saya kira lebih baik kalau efisiensi ini bisa dimanfaatkan ke arah sana. Karena saya lihat kebutuhan-kebutuhan seperti perawatan di sudin-sudin wilayah belum terorganisir dengan baik,” ujar Syarif.

Kepala Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta Hari Nugroho mengatakan, efisiensi pagu anggaran tersebut akan berdampak terhadap sejumlah pembangunan fisik kegiatan revitalisasi trotoar di 2020.

“Jadi dari efisiensi ini yang akan kami hold di Letjen Suprapto Paket 1 sehingga akan kami efisiensi kemudian di paket 1 itu akan berkurang sebesar Rp 50 miliar untuk dua jalan,” tutur Hari.

Kemudian, untuk paket dua juga akan berkurang Rp 50 miliar. “Jadi yang akan kami munculkan di Jalan Pramuka sama di Jalan Hasyim Ashari (dua jalan), secara keseluruhan akan berkurang Rp200,4 miliar,” pungkas Hari.