Wakil Sekertaris Jenderal (Wasekjen) DPP PAN Saleh Daulay
MONITOR, Jakarta – Wakil Sekertaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Daulay meniali rencanan penambahan posisi wakil menteri (Wamen) di Kabinet Presiden Jokowi menunjukan bahwa menteri yang dipilihnya tidak miliki kemampuan yang mempuni.
“Penambahan Wamen ini seakan-akan mengindikasikan bahwa menteri yang diangkat tidak sepenuhnya kapabel di bidangnya. Karena itu, perlu Wamen untuk melengkapinya,” kata Saleh kepada wartawan, Minggu (10/11).
Dalam kesempatan itu, Saleh berpandangan tidak melihat urgensi dari penambahan Wamen di Kabinet tersebut. Terlebih, imbuh dia, hingga saat ini pos kementerian yang sudah diisi Wamen pun belum menunjukan prestasinya.
“Saya tidak melihat adanya urgensi posisi Wamen di dalam jajaran kabinet Jokowi. Sejauh ini, kementerian yang memiliki posisi itu pun juga belum menunjukkan kelebihannya dibandingkan yang tidak memiliki Wamen. Semua biasa saja, belum ada yang luar biasa,” papar anggota Komisi IX DPR RI itu.
Pun demikian, ia berharap agar isu penambahan Wamen ini tidak dijadikan ajang bagi-bagi kursi. Sebab, Saleh menilai dukungan politik pemerintah di parlemen sudah sangat cukup.
“Semoga saja, rencana penambahan wamen itu bukan dimaksudkan untuk mengakomodasi para pihak yang dinilai berkontribusi pada Pilpres lalu,” ucapnya.
“Sebab, secara kalkulatif, dukungan politik pemerintah di parlemen sudah sangat cukup. Kalaupun tidak ada politik akomodatif, situasi politik di parlemen diperkirakan akan tetap stabil,”tandas dia.
MONITOR, Bogor – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menyambut baik terbentuknya Perhimpunan Pengembang Kewirausahaan…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama akan menggelar Doa dan Zikir Kebangsaan sebagai salah satu rangkaian HUT…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama Badan Pengawas Obat dan…
MONITOR, Jakarta — Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menjadi momentum memperkuat transformasi…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi II DPR RI, Muhammad Khozin menyoroti data terbaru dari Komisi…
MONITOR, Jakarta - Bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjelang Muktamar ke-35…