Jokowi Akan Tambah Posisi Wamen, Ini Reaksi PAN

57
Wakil Sekertaris Jenderal (Wasekjen) DPP PAN Saleh Daulay

MONITOR, Jakarta – Wakil Sekertaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Daulay meniali rencanan penambahan posisi wakil menteri (Wamen) di Kabinet Presiden Jokowi menunjukan bahwa menteri yang dipilihnya tidak miliki kemampuan yang mempuni.

“Penambahan Wamen ini seakan-akan mengindikasikan bahwa menteri yang diangkat tidak sepenuhnya kapabel di bidangnya. Karena itu, perlu Wamen untuk melengkapinya,” kata Saleh kepada wartawan, Minggu (10/11).

Dalam kesempatan itu, Saleh berpandangan tidak melihat urgensi dari penambahan Wamen di Kabinet tersebut. Terlebih, imbuh dia, hingga saat ini pos kementerian yang sudah diisi Wamen pun belum menunjukan prestasinya.

“Saya tidak melihat adanya urgensi posisi Wamen di dalam jajaran kabinet Jokowi. Sejauh ini, kementerian yang memiliki posisi itu pun juga belum menunjukkan kelebihannya dibandingkan yang tidak memiliki Wamen. Semua biasa saja, belum ada yang luar biasa,” papar anggota Komisi IX DPR RI itu.

Pun demikian, ia berharap agar isu penambahan Wamen ini tidak dijadikan ajang bagi-bagi kursi. Sebab, Saleh menilai dukungan politik pemerintah di parlemen sudah sangat cukup.

“Semoga saja, rencana penambahan wamen itu bukan dimaksudkan untuk mengakomodasi para pihak yang dinilai berkontribusi pada Pilpres lalu,” ucapnya.

“Sebab, secara kalkulatif, dukungan politik pemerintah di parlemen sudah sangat cukup. Kalaupun tidak ada politik akomodatif, situasi politik di parlemen diperkirakan akan tetap stabil,”tandas dia.