PARLEMEN

Basarah: Persatuan Nasional Pesan Kebangsaan Peringatan Sumpah Pemuda

MONITOR, Jakarta – Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah menjelaskan bahwa pesan kebangsaan dari Sumpah Pemuda adalah semangat Persatuan Nasional. 

Karena itulah, tidak mengherankan, jika dalam Kongres Pemuda II begitu kental dengan simbol-simbol persatuan. 

Sebagai contoh, ia menjelaskan mengapa saat itu tidak Bahasa Jawa yang dipilih sebagai Bahasa Persatuan? Bahasa Jawa dianggap memiliki stratifikasi sosial yang ketat dan berkebudayaan tinggi, padahal bangsa yang hendak diwujudkan adalah bangsa egaliter. 

“Jika Bahasa Jawa dipilih sebagai bahasa persatuan, maka kesan yang muncul akan lebih mengukuhkan posisi dominan orang Jawa dan berpotensi menyebabkan disintegrasi bangsa yang akan dibentuk, demi Persatuan Nasional maka dipilihlah Bahasa Melayu,” kata Basarah, di Jakarta, Senin (28/10).

“Bahasa Melayu adalah Lingua Franca (bahasa perhubungan) yang menjembatani pergaulan antar suku dan perdagangan serta antar wilayah. Bahasa Melayu terbuka dan demokratis sehingga terpilih sebagai Bahasa Persatuan,” tambah dosen tetap Pascasarjana Universitas Islam Malang (Unisma) tersebut.

Tidak hanya itu, Basarah memparkan bahwa pelajaran penting lain yang bisa dipetik dari momentum Sumpah Pemuda adalah soal peran dan partisipasi peranakan Tionghoa dan keturunan Arab.

Sebab, tempat yang digunakan sebagai lokasi deklarasi Sumpah Pemuda tahun 1928 di jalan Kramat Raya Nomor 106 (kini Museum Sumpah Pemuda) adalah rumah milik peranakan Tionghoa Sie Kong Liong. 

Kemudian, imbuh dia, 4 (empat) orang peranakan Pemuda juga hadir dalam Kongres Pemuda II. Mereka adalah Kwee Thiam Hong, Oey Kay Siang, John Liauw Tjoan Hok, dan Tjio Djin Kwie. Selanjutnya Surat kabar berbahasa Melayu-Tionghoa, Sin Po merupakan surat kabar yang pertama kali memuat Lagu Indonesia Raya karya Wage Rudolf Supratman, dimuat pada edisi mingguan No. 293 tanggal 10 November 1928.

“Sejarah juga mencatat peran AR Baswedan dalam menggelorakan semangat Sumpah Pemuda di kalangan peranakan Arab. AR Baswedan menjadi motor penggerak Sumpah Pemuda keturunan Arab yang dilaksanakan di Semarang pada 4 Oktober 1934,” ujarnya.

Bahkan, ada tiga pernyataan sumpah pemuda Keturunan Arab: Pertama, Tanah air peranakan Arab adalah Indonesia. Kedua, Peranakan Arab harus meninggalkan kehidupan menyendiri (mengisolasi diri),  dan Ketiga, Peranakan Arab memenuhi kewajibannya terhadap tanah air dan bangsa Indonesia.

“Inilah pesan kebangsaan penting yang bisa kita teladani. Bahwa sejak awal fondasi bangsa Indonesia adalah keberagaman. Puspa ragam kemajemukan tersebut, tidak hanya sebagai modal utama bangsa Indonesia, melainkan sebagai warisan dari generasi terdahulu. Karena itulah sudah menjadi kewajiban bagi generasi penerus untuk menjaga dan merawatnya,” pungkas Ketua Umum Persatuan Alumni GMNI itu. 

Recent Posts

Dari Ketahanan Keluarga hingga Kompetensi Digital, Ini Tiga Tantangan Strategis Penghulu

MONITOR, Tangerang Selatan - Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kementerian…

45 menit yang lalu

Desak Kasus Penyadapan Ilegal Diusut Tuntas, MUI Ingatkan Larangan Tajassus dalam Islam

MONITOR, Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus dugaan…

2 jam yang lalu

Grand Opening, ROPI di RS Kartini Rangkasbitung Hadirkan Fasilitas Baru bagi Pasien dan Pengunjung

MONITOR, Rangkasbitung - Outlet ROPI (Roti dan Kopi) yang berlokasi di RS Kartini Rangkasbitung resmi…

2 jam yang lalu

QUTB GLOBAL Apresiasi Doa Lintas Agama di Konser Andrea Bocelli: Perbedaan Adalah Kekuatan Bangsa

MONITOR, Jakarta - Doa lintas agama dalam pembukaan konser Andrea Bocelli di JIExpo, Jakarta, dinilai…

1 hari yang lalu

Kemnaker dan PT IWIP Jalin Kerja Sama Perkuat Kompetensi SDM Pengolahan Logam Berat

MONITOR, Halmahera Tengah — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menjalin kerja sama strategis dengan PT Indonesia Weda…

2 hari yang lalu

Sekjen Kemenag: Khairu Ummah Harus Diwujudkan melalui Aksi Nyata dan Kolaborasi Negara MABIMS

MONITOR, Jakarta – Konsep Khairu Ummah (umat terbaik) tidak cukup dimaknai sebagai wacana normatif atau…

2 hari yang lalu