POLITIK

Tak Masuk Kabinet Jokowi, Pengamat Sarankan Demokrat Jadi Oposisi

MONITOR, Jakarta – Presiden Jokowi sudah menetapkan nama-nama menterinya yang duduk di Kabinet Indonesia Maju. Namun dari nama menteri yang ditunjuk oleh Jokowi, tak ada nama menteri yang berasal atau disodorkan dari Partai Demokrat.

Melihat hal ini, Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Ujang Komarudin mengatakan, Demokrat harus menerima keputusan Jokowi terkait penyusunan kabinet. Ia menyarankan agar Demokrat berada di barisan oposisi bersama PKS.

“Harus terima. Karena di politik memang harus terima kenyataan. Harus sabar. Tak boleh marah. Harusnya Demokrat beroposisi saja,” kata Ujang, Jumat (25/10/2019).

“Menjadi oposisi bisa lebih mulia daripada berkoalisi dengan Jokowi,” sambungnya.

Nama kader Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) digadang-gadang masuk bursa menteri oleh berbagai kalangan. Namun nama putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu tidak masuk dalam pengumuman jajaran kabinet Jokowi di periode kedua.

Terpisah Analis politik dari Telkom University, Dedi Kurnia Syah mengatakan AHY lebih baik fokus mengurus partai. Keluangan waktu yang ada ini bisa dipakai untuk konsolidasi organisasi, khususnya untuk menyambut Pilkada 2020.

“AHY jauh lebih baik jika fokus pada Demokrat, keleluasaan waktu sejauh ini sangat bagus digunakan untuk konsolidasi Parpol, setidaknya menghadapi Pilkada 2020,” terang Dedi.

Sebelumnya, Sekjen Demokrat Hinca Pandjaitan mengatakan posisi politik partai akan ditentukan melalui pidato sang ketum, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Sambil menunggu pidato politik Ketua Umum Partai Demokrat berkaitan dengan posisi serta peran PD lima tahun ke depan, baik dalam kehidupan politik maupun pembangunan bangsa, diinstruksikan sekali lagi agar para kader partai tidak mengeluarkan sikap dan pernyataannya sendiri-sendiri,” tutur Hinca.

Jauh sebelumnya, Waketum Gerindra Arief Poyuono memprediksi Demokrat tidak akan diterima oleh Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri apabila mendukung Jokowi. Poyuono bilang Demokrat selalu ‘main aman’. “Sudahlah, SBY ini akan jadi aswatama di perpolitikan Indonesia,” pungkasnya.

Recent Posts

Kemnaker Hapus Batas Tahun Kelulusan sebagai Syarat Pelatihan Vokasi 2026

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memperluas akses Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 1…

2 menit yang lalu

Dirut Jasa Marga: Volume Lalu Lintas Tinggalkan Jabotabek H-10 s.d H-2 Libur Idulfitri 1447H Capai 1,6 Juta Kendaraan

Jakarta - Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan A. Purwantono menyampaikan bahwa volume…

2 jam yang lalu

Ketika Mahasiswa Mudik: Dari Kampus Kembali ke Kampung

Oleh: Sugiyono, M.IP* Mudik selalu menghadirkan dua wajah sekaligus: kerinduan yang tuntas dan kesadaran yang…

3 jam yang lalu

Layanan Gerbang Tol Cikampek Utama Kembali Normal Pasca Penghentian One Way

MONITOR, Cikampek – PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) melakukan normalisasi layanan operasional di Gerbang Tol…

4 jam yang lalu

Jalan Tol Trans Jawa Kembali Normal di Kedua Arah usai One Way Nasional Distop

Cikampek – PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) menyampaikan bahwa rekayasa lalu lintas one way nasional…

4 jam yang lalu

Lepas Mudik 1.431 Pekerja Panasonic, Menaker: Perusahaan Harus Memanusiakan Pekerja

MONITOR, Jakarta - Bagi banyak pekerja, mudik bukan sekadar perjalanan pulang. Ada rindu yang ditunggu,…

5 jam yang lalu