PENDIDIKAN

Film ‘Istri Orang’ Gugah Mahasiswa tentang Fenomena Kawin Anak

MONITOR, Tangerang Selatan – Film ‘Istri Orang’ berhasil membuat puluhan mahasiswa peserta Bedah Film tersayat pilu, siang itu di kampus ITB Ahmad Dahlan Jakarta, Selasa 22 Oktober 2019. Kehidupan Endah, gadis desa yang masih belia itu sangat menyedihkan. Ia tidak memiliki kuasa sedikitpun untuk menentukan pilihan hidupnya.

Endah yang menjadi tokoh utama film ini dijodohkan sang ayah dengan lelaki yang tidak dia cintai. Bayang-bayang kemiskinan, jeratan utang serta penderitaan hidup sebagai kaum papa membuat keluarga Endah tak berkutik. Endah pun terpaksa dinikahkan.

Sejak saat itu, Endah yang sudah ditinggal mati ibunya tiga tahun silam, kehilangan hak untuk mendapatkan pendidikan. Ia terpaksa menikah dan berhenti sekolah.

Dari petikan film Istri Orang, Yulianti Muthmainnah selaku Ketua Pusat Studi Islam, Perempuan dan Pembangunan ITB Ahmad Dahlan membenarkan bahwa fenomena kawin anak masih terjadi di beberapa penjuru daerah di Indonesia.

Yuli, sapaan akrab Yulianti, mengatakan dampak dari perkawinan anak sangatlah banyak. Ia memastikan, imbasnya akan berpengaruh buruk pada kehidupan pasangan tersebut.

“Perkawinan di usia anak akan mewujudkan ragam dampak negatif pada anak, diantaranya adalah potensi drop out dari sekolah, kerentanan situasi reproduksi perempuan yang berpotensi pada munculnya angka kematian ibu, KDRT, hilangnya akses sumber daya alam dan sosial pada anak perempuan, hingga penyebab kebodohan dan kemiskinan,” ujar Yuli dalam paparannya.

Ditambahkan Ketua LP3M ITB Ahmad Dahlan, Fitri Yandri, bahwa isu-isu perempuan sudah lama dibahas oleh Muhammadiyah, tak terkecuali masalah perkawinan anak. Muhammadiyah pun mendukung penuh langkah Negara untuk melindungi hak-hak anak sebagaimana mestinya.

Sementara itu, Mering dari Kemitraan menyampaikan film ini adalah kisah nyata dari program kemitraan. Ia menjelaskan, para pemeran film tersebut merupakan masyarakat asli di daerah itu.

“Film adalah cara kreatif untuk menggugah anak muda lebih aware pada situasi sekitar,” terangnya.

Di lokasi yang sama, salah satu pengajar ITB Ahmad Dahlan Dea Gusnelly mengatakan, dalam film ini banyak pelajaran dan kesadaran akan hak-hak perempuan sangat ditonjolkan. Selain itu, ia mengungkapkan ada scene yang menunjukkan kalau perempuan itu sangatlah berharga dan tidak layak diperjualbelikan.

“Perempuan harus tahu kalau dia sangatlah berharga, kalau dia itu penting dan perempuan harus mandiri jangan sampai tergantung sama orang lain apa lagi sama lelaki yang akhirnya membuat perempuan tidak bisa menentukan kemauan dan keinginannya,” papar Dea mengulas film tersebut.

Sebagaimana diketahui, Bedah Film Istri Orang ini merupakan program kerjasama antara Pusat Studi Islam, Perempuan dan Pembangunan ITB Ahmad Dahlan dengan Kemitraan. Film ini dihadiri sebanyak 76 mahasiswa dari kampus ITB Ahmad Dahlan, Universitas Paramadina, UIN Syarif Hidayatullah, dan STAI Purwakarta.

Recent Posts

Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Warga Rancamaneuh Munjul Gelar Upacara di Halaman Masjid Al Muhibbin

MONITOR, Tangerang — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, warga…

3 jam yang lalu

Menaker Yassierli: Pekerja Kompeten Jadi Kunci Industrialisasi Indonesia

MONITOR, Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa pekerja kompeten menjadi salah satu kunci…

3 jam yang lalu

Prof Rokhmin: Kemerdekaan Harus Jadi Energi Membangun Indonesia Berdaulat dan Makmur

MONITOR, JAKARTA – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak semestinya berhenti…

6 jam yang lalu

Mahasiswa KKN Nusantara Dorong Tata Kelola Masjid di Leuwidamar

MONITOR, LEBAK – Peserta KKN Nusantara dari delegasi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Syekh Manshur…

7 jam yang lalu

Dari Timah ke Kopi Liberika, Harapan Baru Ekonomi Masyarakat Bangka Belitung

MONITOR, Bangka – Sejarah Pulau Bangka tidak dapat dipisahkan dari timah. Sejak masa kolonial, komoditas…

1 hari yang lalu

Warga Samadua Tolak Perusahaan Tambang, Ketua DPRK Aceh Selatan Ikut Tandatangani Petisi

MONITOR, Aceh Selatan - Ribuan warga dari sejumlah gampong terdampak berkumpul di Masjid Jami' Al…

1 hari yang lalu