Bukan Pengusung Jokowi-Maruf, Demokrat: Kurang Tepat Gerindra Desak Presiden

495

MONITOR, Jakarta – Jelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih hasil Pemilu 2019 terus menjadi perhatian publik, termasuk mengenai para pembantu Jokowi- Ma’ruf di kabinet kerja jilid II kedepan nanti.

Anggota DPR RI periode 2019-2024 Irwan misalnya. Ia mengingatkan agar semua pihak menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden Jokowi terkait dengan nama-nama calon menteri yang akan dipilih nanti.

Hal itu menanggapi pernyataan Ketua DPP Partai Gerindra Habiburokhman yang mendesak supaya Presiden segera umumkan Kabinet usai dilantik.

Menurut Irwan Gerindra bukan pengusung Jokowi dan menteri kabinet adalah hak prerogatif Presiden.

“Artinya tetap penentu akhirnya adalah presiden. Jangan paksa atau desak Jokowi untuk segera umumkan kabinet,” kata Irwan dalam keterangan tertulisnya, Minggu (20/10).

Irwan juga menilai, alasan Gerindra untuk mendorong percepatan kabinet pun kurang tepat, karena jika bicara hak prerogatif presiden maka sudah dibatasi waktu oleh UU yaitu pembentukan kementerian dilakukan paling lama 14 (empat belas) hari kerja sejak Presiden mengucapkan sumpah/janji.

Tidak hanya itu, anggota dewan dari Dapil Kalimantan Timur itu pun menyarankan agar Gerindra mendoakan dan mendukung pemerintahan Jokowi-Maruf lima tahun ke depan.

“Sebaiknya mari kita doakan dan dukung Jokowi-Ma’ruf bisa lanjutkan pencapaian lima tahun periode sebelumnya. Bagaimanapun tantangan pemerintah ke depan tidak mudah, butuh gotong royong pikiran dan tindakan seluruh anak bangsa,” kata dia.

Selain itu, Irwan mengucapkan selamat dan sukses atas pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan KH. Maruf Amin.

“Semoga dengan semangat optimisme dan persatuan kita bisa setara dan sejajar dengan bangsa-bangsa maju di dunia,” pungkasnya.