BERITA

Cegah Kekerasan dalam Rumah Tangga, Faqihuddin Kenalkan Konsep Mubadalah

MONITOR, Jakarta – Tim inisiator Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI), KH. Faqihuddin Abdul Kodir, mengatakan konsep Mubadalah pada dasarnya mengajarkan individu untuk memandang orang lain dan diri sendiri sebagai manusia yang sama-sama. Hal ini pun berkaitan dengan relasi antara pasangan suami dan istri.

Hal itu diungkapkan Faqihuddin saat diskusi bersama aktivis muda mengenai ‘RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, Perspektif dan Jawaban Mubadalah dan HAM; Tantangan bagi Anak Muda’. Faqih, demikian panggilannya, mengatakan konsep Mubadalah ini tidak digunakan untuk mendiskreditkan laki-laki maupun perempuan.

“Nah bagaimana kita bersama-sama memahami ayat Al-Quran dan Hadist, UU hukum maupun konsep keislaman dengan cara pandang Mubadalah, artinya apa yang diberikan untuk laki-laki ini dan apa yang diberikan untuk perempuan sebagai manusia,” ujar Faqih mengawali diskusi di Cafe Undertwenty Ciputat, Kamis (17/10).

Pada dasarnya, kata Faqih, kehidupan ini didiami oleh manusia baik laki-laki dan perempuan. Dakam kehidupan berumah tangga, menurutnya tidak ada yang berhak meletakkan seseorang sebagai korban atau yang pantas dijadikan sebagai korban kekerasan seksual.

“Setiap konsep relasi suami istri itu, seharusnya kita bisa mengamalkan semua ajaran Islam, misalnya istrinya senyum dapat pahala, lalu senyum si suaminya. Itu berlipat-lipat pahala jariyahnya. kan selain nikah itu ibadah, penting sekali untuk memastikan bahagia dan saling membahagiakan,” terang Dosen UIN Cirebon ini.

“Dengan alasan inilah, maka tidak bisa masuk kekerasan seksual. Mulai dari memasuki fase pernikahan, ketika rumah tangga perkawinan berlangsung dan juga ketika memasuki perceraian, tidak ada hak untuk melakukan kekerasan,” tegasnya.

Faqih menambahkan, bagi kalangan aktivis perempuan yang lantang menyuarakan RUU PKS untuk membela kaum perempuan, maka sama halnya dengan mengikuti warisan Nabi Muhammad SAW.

“Jadi istilah aktivis perempuan adalah aktivis Islam, aktivis nabi begitu, karena membela kaum perempuan adalah mengikuti warisan Nabi Muhammad,” pungkasnya.

Recent Posts

Rokhmin Dahuri: Karhutla Bisa Diantisipasi, Jangan Tunggu Bencana Baru Bergerak

MONITOR, Jakarta - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) harus dicegah sebelum meluas, bukan baru ditangani…

15 jam yang lalu

GPK Desak Polemik Pemakzulan Gibran Diakhiri, DPR Diminta Fokus pada RUU Perampasan Aset dan Pemilu

MONITOR, Jakarta - Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) meminta DPR dan pemerintah tidak membiarkan polemik pemakzulan…

19 jam yang lalu

Ekonomi Biru Bisa Buka 45 Juta Lapangan Kerja, Hilirisasi Jadi Kunci

MONITOR, Jakarta - Indonesia memiliki potensi ekonomi kelautan yang diperkirakan mencapai 1,4 triliun dolar AS…

21 jam yang lalu

Menag Apresiasi Kerja Kehumasan ASN Kemenag atas Raihan Top GPR Figure Award 2026

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyampaikan apresiasi kepada seluruh Aparatur Sipil Negara…

1 hari yang lalu

Jasa Marga Raih Top 10 BUMN Layanan Terbaik dalam Danantara Indonesia CX100 Award 2026

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk berhasil meraih peringkat 10 dalam ajang Danantara…

1 hari yang lalu

Mahasiswa UIN Jakarta dan UI ungkap Model Keberlanjutan Wakaf Rumah Sakit di GLOW 2026

MONITOR, Jakarta - Integrasi tata kelola syariah dan model bisnis hibrida menjadi kunci keberlanjutan wakaf…

2 hari yang lalu