SUMATERA

Dorong Daya Saing, Rokhmin Dahuri Paparkan Strategi Pembangunan Ekonomi Kelautan Provinsi Bengkulu

MONITOR, Bengkulu – Pakar Kemaritiman yang juga guru besar IPB, Prof Rokhmin Dahuri memaparkan konsep dan strategi pembangunan ekonomi kelautan provinsi Bengkulu berbasis pembangunan wilayah pesisir dan pemanfaatan potensi laut dalam acara seminar “Pembangunan Wilayah Pesisir dan Lautan Berbasis Inovasi Untuk Peningkatan Daya Saing dan Pertumbuhan Ekonomi Berkualitas Secara Berkelanjutan Menuju Provinsi Bengkulu Yang Maju, Sejahtera dan Mandiri”, di Gedung Serbaguna, Pemprov Bengkulu, Rabu (16/10/2019).

Mantan menteri kelautan dan perikanan itu mengatakan bahwa yang perlu diperhatikan dalam pembangunan di wilayah pesisir dan laut di Bengkulu yakni, pengembangan sektor perikanan, sektor pariwisata bahari serta konsep pengembangan daerah tepian.

“Penguatan dan pengembangan teknologi penanganan (handling) dan transportasi hasil perikanan, peningkatan kualitas dan daya saing industri pengolahan hasil perikanan tradisional dan peningkatan kualitas dan daya saing industri pengolahan hasil perikanan modern, merupakan tiga poin penting untuk pengembangan sektor perikanan,” katanya.

Strategi pembangunan sektor perikanan khusuanya di Bengkulu tambah ketua masyarakat akuakultur Indonesia (MAI) tersebut adalah dengan peningkatan utilisasi perusahaan pengolahan ikan menjadi 90% dari kondisi saat ini 50-60%, pengembangan produk-produk olahan perikanan baru (product development), penyempurnaan packaging dan distribusi produk, penjaminan kontinuitas suplai bahan baku.

“Pemerintah harus memastikan, bahwa setiap unit industri pengolahan hasil perikanan memiliki mitra produsen serta standardisasi dan sertifikasi,” paparnya.

Sementara terkait pengembangan pariwisata bahari, Rokhmin Dahuri membaginya ke dalam 5 poin penting yakni, Revitalisasi, Pengembangan produk, pembangunan baru infrastruktur, promosi dan kapasitas kerja ASN.

“Revitalisasi semua objek dan destinasi wisata yang ada saat ini. Supaya daya tarik, daya saing, dan sustainabilitynya meningkat. Kembangkan produk, obyek, dan destinasi wisata baru (product development) yang lebih menarik, berdaya saing, efisien, dan sustainable. Contohnya tenda Mesjid Nabawi, Madinah di pantai Kota Pariaman.”

Seperti diketahui, Provinsi Bengkulu memiliki wilayah pesisir yang terhentang dari Kabupaten Kaur hingga Kabupaten Mukomuko dengan panjang kurang lebih 500 km.

Recent Posts

Kemenag Siapkan Lima Program untuk Perkuat Masa Depan Santri dan Pesantren

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama mempersiapkan lima program untuk memperkuat masa depan santri dan pesantren.…

6 jam yang lalu

Jasa Marga Optimalkan Preservasi Jalan Tol untuk Jaga Keandalan dan Kelancaran Perjalanan

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui anak usahanya, PT Jasamarga Tollroad Maintenance…

11 jam yang lalu

Syarat dan Cara Daftar Pelatihan Vokasi bagi Pekerja Terdampak PHK

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menjelaskan persyaratan dan mekanisme pendaftaran program pelatihan vokasi bagi…

11 jam yang lalu

Dua Tahun Prabowo–Gibran, Memperkuat Swasembada Pangan Berkelanjutan

MONITOR, Jakarta - Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka…

12 jam yang lalu

Menhaj Buka Expo UMKM di Yogyakarta, Dorong Produk Lokal Masuk Rantai Pasok Haji

MONITOR, Yogyakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mendorong produk unggulan daerah masuk ke rantai…

12 jam yang lalu

Ketua IDI Lebak: Psikosomatik Bukan Sakit Pura-Pura, Stres Bisa Picu Keluhan Fisik

MONITOR, Lebak — Tekanan pikiran dan persoalan emosional tidak hanya memengaruhi kondisi psikologis, tetapi juga dapat…

12 jam yang lalu