Dorong Daya Saing, Rokhmin Dahuri Paparkan Strategi Pembangunan Ekonomi Kelautan Provinsi Bengkulu

34

MONITOR, Bengkulu – Pakar Kemaritiman yang juga guru besar IPB, Prof Rokhmin Dahuri memaparkan konsep dan strategi pembangunan ekonomi kelautan provinsi Bengkulu berbasis pembangunan wilayah pesisir dan pemanfaatan potensi laut dalam acara seminar “Pembangunan Wilayah Pesisir dan Lautan Berbasis Inovasi Untuk Peningkatan Daya Saing dan Pertumbuhan Ekonomi Berkualitas Secara Berkelanjutan Menuju Provinsi Bengkulu Yang Maju, Sejahtera dan Mandiri”, di Gedung Serbaguna, Pemprov Bengkulu, Rabu (16/10/2019).

Mantan menteri kelautan dan perikanan itu mengatakan bahwa yang perlu diperhatikan dalam pembangunan di wilayah pesisir dan laut di Bengkulu yakni, pengembangan sektor perikanan, sektor pariwisata bahari serta konsep pengembangan daerah tepian.

“Penguatan dan pengembangan teknologi penanganan (handling) dan transportasi hasil perikanan, peningkatan kualitas dan daya saing industri pengolahan hasil perikanan tradisional dan peningkatan kualitas dan daya saing industri pengolahan hasil perikanan modern, merupakan tiga poin penting untuk pengembangan sektor perikanan,” katanya.

Strategi pembangunan sektor perikanan khusuanya di Bengkulu tambah ketua masyarakat akuakultur Indonesia (MAI) tersebut adalah dengan peningkatan utilisasi perusahaan pengolahan ikan menjadi 90% dari kondisi saat ini 50-60%, pengembangan produk-produk olahan perikanan baru (product development), penyempurnaan packaging dan distribusi produk, penjaminan kontinuitas suplai bahan baku.

“Pemerintah harus memastikan, bahwa setiap unit industri pengolahan hasil perikanan memiliki mitra produsen serta standardisasi dan sertifikasi,” paparnya.

Sementara terkait pengembangan pariwisata bahari, Rokhmin Dahuri membaginya ke dalam 5 poin penting yakni, Revitalisasi, Pengembangan produk, pembangunan baru infrastruktur, promosi dan kapasitas kerja ASN.

“Revitalisasi semua objek dan destinasi wisata yang ada saat ini. Supaya daya tarik, daya saing, dan sustainabilitynya meningkat. Kembangkan produk, obyek, dan destinasi wisata baru (product development) yang lebih menarik, berdaya saing, efisien, dan sustainable. Contohnya tenda Mesjid Nabawi, Madinah di pantai Kota Pariaman.”

Seperti diketahui, Provinsi Bengkulu memiliki wilayah pesisir yang terhentang dari Kabupaten Kaur hingga Kabupaten Mukomuko dengan panjang kurang lebih 500 km.