BUMN

Jasa Marga Raih Penghargaan Top 50 Emiten Big Cap di IICD Award

MONITOR, Jakarta – PT Jasa Marga (Persero) Tbk., kembali meraih dua penghargaan dalam ajang 11th Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD) Corporate Governance Conference and Award. Kedua penghargaan tersebut adalah Top 50 Emiten Big Cap dan kategori Best Non Financial Sector yang diterima Jasa Marga secara berturut selama dua tahun terakhir.

Direktur Keuangan Jasa Marga Donny Arsal menerima langsung penghargaan tersebut dalam malam penganugerahan 11th IICD Corporate Governance Conference and Award di Jakarta, Senin (14/10).

Untuk Top 50 Emiten Big Cap, Jasa Marga berhasil masuk dalam jajaran 10 terbaik. Penghargaan kategori Best Non Financial Sector diberikan untuk emiten-emiten sektor nonfinansial ( nonfinancial sector ) yang memiliki nilai tertinggi dalam melaksanakan tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).

Corporate Governance Conference and Award ke-11 mengusung tema “Empowering BOC and Its Committees to Ensure GCG Implementation”. Pemberian apresiasi kepada para emiten dengan praktik CG terbaik (BigCap & MidCap) dibagi menjadi 10 kategori, yaitu The Best CG Overall, The Best Financial Sector, The Best Non-Financial Sector, The Best State Owned Enterprise (BUMN), The Best Right of Shareholders, The Best Equitable Treatment of Shareholders, The Best Role of Stakeholders, The Best Disclosure & Transparency, The Best Responsibility of the Boards, dan The Most Improved.

Dalam sambutannya, Peneliti Senior Bursa Efek Indonesia (BEI) Poltak Hotradero merujuk pada Thailand yang memiliki skor tinggi dalam penerapan GCG. Negara berkembang, seperti Thailand, lanjut Poltak, bisa memiliki skor GCG tinggi karena menerapkan metode stick and carrot yang baik.

“Kalau negara berkembang, seperti Thailand, saja bisa mengalahkan negara maju, seperti Singapura, seharusnya Indonesia juga bisa,” ujarnya.

Lebih lanjut, Poltak menghargai upaya yang dilakukan oleh IICD yang selaras dengan visi BEI.

“Harapan kami dengan penghargaan bergengsi ini, emiten-emiten makin terdorong untuk menginternalisasikan praktik-praktik CG. Dari sini, manfaat secara umum akan diperoleh Pasar Modal kita,” ungkapnya.

Recent Posts

Neraca Dagang RI Surplus 71 Bulan Beruntun, Ekspor Industri Pengolahan Jadi Penopang Utama Kuartal I 2026

MONITOR, Jakarta - Neraca perdagangan Indonesia kembali surplus USD 3,32 miliar pada Maret 2026. Capaian…

27 detik yang lalu

Transformasi Digital Berbuah Hasil, JMTO Raih Penghargaan Public Service Call Center CCSEA 2026

MONITOR, Jakarta - PT Jasamarga Tollroad Operator (JMTO) yang mengelola Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC)…

52 menit yang lalu

Kemenperin–Kemenpora Sinergi Pacu Daya Saing Industri Olahraga Nasional

MONITOR, Jakarta - Industri olahraga nasional memiliki potensi besar sebagai salah satu penggerak ekonomi yang mampu…

1 jam yang lalu

Legislator Sebut Meroketnya Harga BBM Berpengaruh ke Ketahanan Pangan

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan menyoroti dampak kenaikan harga Bahan…

3 jam yang lalu

Pesantren Benteng Utama Lindungi Anak dari Ancaman Digital

MONITOR, Jakarta - Pesantren semakin berperan sebagai benteng utama dalam melindungi anak-anak dari berbagai ancaman…

3 jam yang lalu

Menteri Agama: Tak Ada Toleransi untuk Tindak Kekerasan Seksual

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Prof. Nasaruddin Umar kembali menegaskan sikapnya bahwa tidak ada toleransi…

4 jam yang lalu