POLITIK

Politisi Demokrat Sebut Tingkah Arteria Blunder dan Memalukan

MONITOR, Jakarta – Tingkah laku Arteria Dahlan di program acara Mata Najwwa membuat banyak kalangan greget. Arteria dianggap tidak memiliki etika saat berdebat dengan lawan bicaranya. Bahkan, politikus PDIP itu kerap terlihat meninggikan volume suara, membentak hingga jarinya menunjuk-nunjuk.

Ya, Arteria menyebut Emil Salim berbicara terlalu jauh padahal bukan ahli hukum. Dia mengatakan Emil Salim juga terkesan menghina institusi DPR.

“Saya ingin katakan prof itu kan ekonom, bukan ahli hukum, kemudian profnya nyebutnya macem-macem, bahkan sampai menghujat institusi DPR yang saya katakan nggak pantas. Kemudian bilang ‘ini DPR di DPR pakai uang banyak‘, ‘kalian keluar uang berapa‘, ‘uangnya dari mana‘,” terang Arteria Dahlan, Kamis (10/10).

Namun tanggapan Arteria tetap dianggap salah oleh publik. Politisi Demokrat Andi Arief menyoroti sikap Emil Salim yang mendapatkan perlawanan soal korupsi dari jaman Orde Baru hingga kini, oleh Arteria Dahlan yang merupakan Anggota DPR RI.

“Dulu, pak Emil Salim kritis pada Soeharto soal korupsi, sekarang Pak Emil dihajar anggota DPR PDIP yang ngotot melemahkan lembaga anti korupsi,” kata Andi Arief, dalam keteranganya.

Ferdinand Hutahaean, rekan Andi sesama Partai Demokrat juga menyesalkan tingkah laku Arteria yang terlihat arogan di mata publik. Politikus asal Sumut ini menilai, jika Arteria tidak emosi dan lebih menggunakan kalimat yang tepat, dan intonasi disertai rasa hormat, tentu publik akan memperhatikan substansi pembicaraannya.

“Andai saja Arteria memilih kalimat dengan intonasi dan rasa hormat, maka substansi yang dia sampaikan justru akan menjadi perhatian publik, terutama soal kelakuan penyidik KPK,” kaya Ferdinand.

Sayangnya, penampilan debat Arteria Dahlan tadi malam justru mempertontonkan dirinya terlihat blunder dan memalukan.

“Tapi karena tata bahasa dan gaya yang emosional cenderung tak punya rasa hormat, akhirnya blunder dan memalukan,” tandasnya.

Recent Posts

Kementerian UMKM Alokasikan Anggaran Percepatan Pemulihan UMKM Pascabencana di Aceh

MONITOR, Banda Aceh – Pemerintah melalui Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menyiapkan dukungan…

1 hari yang lalu

FKDT dan Masa Depan Pendidikan Keagamaan di Indonesia

Oleh: Akhmad Sururi Di tengah perubahan zaman yang bergerak begitu cepat, pendidikan Indonesia tidak cukup…

2 hari yang lalu

Indonesia Usung Isu Pembiayaan Inklusif dan Ekosistem Kewirausahaan di Forum APEC

MONITOR, Guangzhou, Cina - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menyampaikan komitmen…

2 hari yang lalu

Kemenhaj Minta Jemaah Umtah Tenang Atas Terdampaknya Penerbangan Akibat Abu Vulkanik

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia mengambil langkah antisipatif untuk memastikan keselamatan,…

2 hari yang lalu

Kementan Ajak Alumni Peternakan Jadi Penggerak Hilirisasi dan Kesejahteraan Peternak

MONITOR, Purwokerto – Kementerian Pertanian (Kementan) mengajak perguruan tinggi, alumni, dan dunia usaha memperkuat kolaborasi…

2 hari yang lalu

Panen Demplot Pupuk Hayati Cair Organik di Kabupaten Bandung Naikkan Produksi Padi

MONITOR, Bandung – Para petani di Ciparay Kabupaten Bandung sumringah. Produksi padi yang menerapkan pupuk…

2 hari yang lalu