Antisipasi Kebuntuan politik, Pengamat: Perlunya Nama Calon ketua MPR Lain

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Ridwan Hisjam. Foto: Ist

MONITOR, Jakarta – Direktur ETOS Indonesia Institute Iskandarsyah menilai bahwa dukung mendukung dalam politik merupakan hal biasa.

Hal itu menanggapi dukungan Ketua Umum DPP Partai Nasdem Surya Paloh yang mendukung Anggota DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) dari faksi Golkar untuk menjadi ketua MPR.

“Dalam mekanisme pemilihan Pimpinan MPR mempunyai mekanisme yang berbeda dengan DPR RI. Kalau DPR jelas pimpinan DPR adalah pemenang pertama kursi terbanyak,” kata Iskandarsyah dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Kamis (3/10).

“Sedangkan di MPR sudah berbeda mekanisme pemilihannya, yaitu diutamakan melalui musyawarah mufakat. Apabila deadlock, jalan terakhir adalah voting,” tambahnya.

Seperti diketahui, partai politik dari sejumlah fraksi di DPR RI terus melakukan lobi terkait posisi pimpinan MPR RI periode 2019-2024 mendatang, terutama pada kursi ketua lembaga negara tersebut.

Lebih lanjut, Iskandar menilai dalam dinamika pemilihan calon Ketua MPR ini ada elit-elit partai yang kurang cocok dengan nama-nama yang dicalonkan baik oleh Golkar maupun Gerindra yang mengusung Ahmad Muzani.

“Kelihatan di nama-nama yang diajukan partai menjadi pimpinan MPR ini ada kurang nyaman yang dirasakan oleh pimpinan partai lain, akhirnya hingga hari ini belum bisa diputuskan siapa yang akan menjabat ketua MPR,” ucapnya.

Iskandar menduga, ada yang kurang nyaman dengan lobi-lobi politik yang dilakukan oleh elit partai. Yang terkesan, membentuk faksi-faksi.

“Saya melihat, dari pengamatan politik sya. Mulai adanya lobi didalam yang membuat beberapa partai tak nyaman. Pernyataan Surya Paloh dan Ahmad Muzani itu menambah panas suhu politik pasca Pilpres lalu. Ini seperti terlihat ada kubu 01 02,” ujar Iskandarsyah.

Dalam rangka memecah kebuntuan tersebut, Iskandarsyah menyerankan, perlunya dimunculkan nama-nama baru dari kedua belah pihak. Yang bisa diterima di dua kubu tersebut. Terutama tokoh lain dari Partai Golkar.

“Saran saya supaya ada tokoh/figur lain yang diajukan terutama dari partai Golkar. Apalagi Golkar adalah gudangnya tokoh-tokoh besar nasional,” sebut dia.

Iskandar menyampaikan, Hal ini senada dengan pernyataan Ketua Dewan Pakar Partai Golkar, Agung Laksono beberapa waktu lalu. Setidaknya, Golkar mempunyai 9 nama yang akan diajukan menjadi ketua MPR.

Diantaranya, yakni Bambang Soesatyo, Tokoh Senior Partai Golkar Ridwan Hisjam, Agun Gunandjar, Ferdiansyah, Ace Hasan, Kahar Muzakir, Zainudin Amali, Dan Melchias Markus Mekeng.

Dari kesembilan nama tersebut, Iskandarsyah menggaris bawahi satu nama. Yakni Tokoh Senior partai Golkar Ridwan Hisjam bisa menjadi alternatif pemecah kebuntuan politik dalam pemilihan ketua MPR nanti. Lantaran, Ridwan Hisjam memiliki pengalaman politik dan organisasi yang sangat kuat.

“Dan saya yakini beliau cocok, selain ia sudah berpengalaman dan sangat senior di Golkar, pak Ridwan saya yakin bisa menyejukkan suhu panas politik yang ada didalam kubu 01 maupun 02,”pungkasnya.