Rebutan Posisi Pimpinan DPRD DKI, Demokrat Dilanda Kisruh Internal

Wakil Sekretaris DPD Partai Demokrat Jakarta Amirullah (dok: Asep/Monitor)

MONITOR, Jakarta – Rebutan kursi pimpinan DPRD DKI, Partai Demokrat Jakarta kini sedang dilanda kisruh internal. Pasalnya, figur pimpinan DPRD DKI yang diajukan DPP Partai Demokrat tidak dikehendaki oleh DPD Partai Demokrat Jakarta dengan alasan figur yang disodorkan pihak DPP tidak sesuai dengan petunjuk pelaksana (Juklak) partai.

Sumber internal DPD Partai Demokrat Jakarta, membenarkan adanya kisruh internal di tubuh Partai Demokrat.

Menurutnya kisruh tersebut berawal, adanya keinginan dari DPP Partai Demokrat untuk menempatkan Desie Cristhyana Sari sebagai pimpinan dewan. Sementara, DPD Jakarta mengharapkan kursi pimpinan Demokrat dijabat oleh Misan Samsuri.

“Jadi sebenarnya DPP Demokrat sudah menunjuk Desie untuk jadi Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Demokrat. Namun DPD Demokrat Jakarta menolak nama Desie,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Sekertaris DPD Demokrat Jakarta, Amirullah membenarkan kalau pihak DPD menolak keputusan DPP yang menunjuk Desie sebagai pimpinan DPRD DKI.

“Iya, DPD Demokrat Jakarta menolak keputusan DPP Demokrat yang menunjuk Desie sebagai pimpinan dewan,” ujar Aming panggilan akrab Amirullah kepada MONITOR.

Aming pun menyebut kalau penolakan yang dikeluarkan DPD Demokrat Jakarta tehadap keputusan DPP bukan tanpa alasan.

Menurut Aming, penolakan DPD pada Desie disebabkan, figurnya tidak sesuai dengan Juklak partai.

“Kriteria DPP untuk calon pimpinan DPRD DKI harus sesuai juklak alias harus memenuhi beberapa persyaratan yaitu berpengalaman atau harus pernah menjadi anggota DPRD DKI minimal satu periode, pernah jadi pimpinan di komisi, loyal terhadap partai, pengurus aktif dan mendapat suara terbanyak,” terang Aming.

Dari kriteria tersebut menurut Aming, DPD menyebut keputusan DPP sesuai dengan aturan main partai. Karena itu DPD masih akan melakukan pembahasan dengan DPP.

“Ya DPD masih mencoba menegosiasi dengan DPP,” ujar dia.

Sebagai informasi, hingga kini PDIP dan Demokrat belum menyerahkan nama calon pimpinan DPRD. PDIP, sebagai partai dengan perolehan suara terbanyak mendapat kursi Ketua DPRD DKI, sementara Demokrat, memperoleh posisi Wakil Ketua DPRD.

Tiga partai lainnya, yaitu Gerindra, PKS dan PAN sudah mengajukan nama-nama pimpinan dewan. Gerindra kembali menunjuk M. Taufik sebagai Wakil Ketua Dewan, PKS memilih Ahmad Suhaemi dan PAN mengajukan Zita Anjani.