Categories: HEADLINEMEGAPOLITAN

Mobil Ambulans Pemprov DKI Dituding Bawa Batu dan Bensin, Ini Klarifikasi Anies

MONITOR, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan klarifikasi terkait tudingan adanya lima mobil ambulans milik Pemprov DKI yang digunakan membawa batu dan bensin untuk para pendemo.

Orang nomor satu di DKI Jakarta ini menyebut kalau mobil ambulans yang dituding membawa batu dan bensin hanya satu milik Pemprov DKI Jakarta, sisanya adalah milik Palang Merah Indonesia (PMI).

Oleh karenanya, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini mengajak semua pihak jangan terburu-buru menyimpulkan.

“Saat ini sedang diproses di Polda. Kita tunggu prosesnya, tapi kami berkeyakinan bahwa petugas-petugas ini menjalankan tugasnya sesuai dengan SOP, ” kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (26/9).

Anies melanjutkan, para petugas tadi malam, berada dalam situasi lapangan yang tidak sederhana. Karena itu, sekali lagi mantan Menteri Pendidikan ini mengimbau tidak usah terburu-buru untuk menyimpulkan.

“Kalau sudah di lapangan, banyak sekali peristiwa terjadi dan komunikasi belum tentu terjalin dengan baik. Jadi jangan buru-buru menyimpulkan,” tegas Anies.

Anies percaya bahwa para petugas ini bukan pertama kalinya menghadapi situasi seperti ini dan mengikuti SOP yang telah ditetapkan.

Sejauh ini Dinas Kesehatan DKI Jakarta sudah menerjunkan 46 ambulans yang membawa misi kemanusiaan saat demonstrasi.

“Siapapun yang membutuhkan bantuan medis, pasti akan dibantu. Baik aparat keamanan ataupun warga masyarakat. Karena semua statusnya sama, yakni warga negara Indonesia yang mendapatkan pelayanan kemanusiaan,” jelas Anies.

“Jadi kepada seluruh masyarakat jika ada kebutuhan emergency, Silakan telepon 112 maka dari Pemprov DKI akan merespon seluruh layanan,” pungkas Anies.

Sebelumnya akun Twitter TMC Polda Metro Jaya menuliskan telah mengamankan lima mobil ambulans milik Pemprov DKI. Namun cuitan tersebut saat ini sudah dihapus tanpa ada penjelasan.

“02:15 Polri amankan 5 kendaraan ambulan milik Pemprov DKI Jakarta yang digunakan untuk mengangkut batu dan bensin yang diduga untuk molotov di dekat Gardu Tol Pejompongan Jl. Gatot Subroto,” demikian cuitan @TMCPoldaMetro, Kamis (26/9) sebelum kemudian dihapus.

Recent Posts

Pemadaman Listrik Bergilir yang Makin Sering Buat Rakyat Resah, Legislator: Sengaja Ada Pembiaran

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Anam meminta Pemerintah dan PT PLN…

6 jam yang lalu

Tekankan Pentingnya Mitigasi Bencana Kekeringan, DPR Dorong Peningkatan Infrastruktur Ketahanan Air Nasional

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras menekankan pentingnya…

7 jam yang lalu

IKALUIN Berikan Penghargaan kepada 10 Alumni Berprestasi, Berikut Daftarnya

MONITOR, Tangerang Selatan - Ikatan Alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (IKALUIN) memberikan IKALUIN Award 2026…

7 jam yang lalu

Disambut Gus Fahim Royani, Hery Haryanto Azumi Didoakan Maju Ketum PBNU pada Muktamar NU ke-35

MONITOR, Kediri – Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur, KH. Fahim Royani,…

10 jam yang lalu

Seminar Nasional Unpam Serang Bahas Relasi Media Elite dan Massa dalam Pemerintahan Prabowo Gibran

MONITOR, Serang — Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Pamulang (Unpam) Kampus Serang menggelar Seminar Nasional…

15 jam yang lalu

Kementerian UMKM Perluas Akses KUR, Bank NTB Syariah Kembali Jadi Penyalur

MONITOR, Mataram – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus memperluas akses pembiayaan bagi pengusaha…

22 jam yang lalu