PERTANIAN

Deteksi Dini Kualitas Benih Bawang Putih dengan Ladorfisio

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian terus mendorong produksi dan perluasan tanam bawang putih dalam rangka swasembada bawang putih 2021. Melalui skema APBN, wajib tanam dan produksi oleh importir serta swadaya petani diakui sukses menghasilkan. Angka luas tanam pada 2018 naik mencapai 8 ribu hektare di mana sebelumnya stagnan di angka 1,9 ribu hektare. Di tengah massifnya perluasan kawasan, tentu saja benih sangat menentukan keberhasilan program baik sisi kuantitas maupun kualitasnya. Hal ini ditengarai menjadi ajang oknum tidak bertanggung jawab untuk menghasilkan keuntungan dengan cara memalsukan benih.

Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto menghimbau kepada seluruh kabupaten/kota yang akan memulai penanaman agar berhati-hati dengan peredaran benih palsu. Berkaca dari pengalaman tahun lalu, dikatakannya, modus kejahatan di antaranya dengan pemalsuan label benih. Kedua, benih lokal berlabel asli, namun setelah diperiksa benihnya dioplos. Kondisinya, benih lokal dicampur dengan bawang putih konsumsi. Ketiga, benih lokal berlabel asli, namun setelah dicek seluruhnya diganti oleh penyedia benih dengan bawang putih konsumsi. Modus pemalsuan terkini yakni menggunakan label asli, benih lokalnya juga asli, tidak oplosan dengan bawang putih konsumsi, masih dalam bentuk umbi namun ternyata dioplos dengan sesama bawang putih lokal yang belum putus dormansi.

“Walaupun berlabel asli, jangan mau menerima benih yang sudah pipilan atau siung karena akan sulit membedakan antara benih dan bawang konsumsi,” tambah Anton, sapaan akrab Dirjen muda ini.

Diberitakan sebelumnya, adanya pemalsuan benih ini menyebabkan pertanaman bawang putih gagal panen. Petani dan pelaku usaha merugi dan berdampak petani jera menanam bawang putih. Bahkan dirinya memberikan formula untuk mengenali benih asli dengan benih palsu.

“Untuk itu, ingat prinsip ladorfisio. Ladorfioso itu diambil dari singkatan kata label, dormansi, fisik, siung dan oplosan. Cek keaslian la bel. Cek apakah sudah putus dor mansi. Cek fi sik apakah bawang putih lokal atau konsumsi dari Tiongkok. Pastikan jangan dalam bentuk si ung/pipilan. Terakhir, jangan o plosan antara bawang putih lokal dan konsumsi dari Tiongkok,” terang Anton.

Anton menekankan ladorfisio adalah deteksi dini kualitas benih bawang putih yang akan ditanam. Untuk keberhasilan penanaman bawang putih tehnik budidaya perlu diperhatikan.

“Petani tentunya perlu memperhatikan cara olah tanah yang baik, drainase lahan yang baik, ketinggian lahan yang sesuai. Selain itu atur kecukupan air, gunakan pupuk anorganik dengan kandungan NPK yang cukup, pupuk kandang yang cukup. Terpenting, pemberantasan hama dilakukan secara terpadu, ” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, pemalsuan benih ini menyebabkan pertanaman bawang putih gagal panen. Petani dan pelaku usaha merugi dan petani jera menanam bawang putih. Untuk itu Anton menghimbau untuk memastikan secara acak apakah benih yang berlabel tersebut sudah putus masa dormansinya atau tidak.

“Apabila ada keraguan agar disampaikan ke Ditjen Horti melalui Subdit Bawang Merah dan Sayuran Umbi. Jika penyedia benih terbukti melanggar poin- poin di atas, segera laporkan ke pihak berwajib,” tutupnya.

Recent Posts

IPW: Mundurnya Aipda Vicky Harus Jadi Bahan Instrospeksi Kapolri

MONITOR, Jakarta - Indonesia Police Watch (IPW) menilai mundurnya Aipda Vicky Aristo Katiandagho dari institusi…

42 menit yang lalu

Apresiasi Prabowo, Komnas Haji: Tata Kelola Haji Makin Progresif dan Berpihak pada Jemaah

MONITOR, Tangerang Selatan - Komisi Nasional Haji (Komnas Haji) menyampaikan apresiasi atas komitmen dan langkah…

4 jam yang lalu

Pertamina Fasilitasi 1.346 Sertifikasi UMKM Awal 2026, MiniesQ Sukses Tembus Ritel Modern Usai Kantongi Halal

Jakarta – PT Pertamina (Persero) terus memperkuat peran UMKM sebagai pilar ekonomi nasional dengan memfasilitasi 1.346…

5 jam yang lalu

Target Ekspor 100 Kontainer ke Italia, Kopi Indonesia Amankan Kontrak Baru Senilai Rp255 Miliar

MONITOR, Roma – Produk kopi Indonesia kembali menunjukkan daya saing di pasar global setelah PT ALKO…

7 jam yang lalu

Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Resmi Dimulai, 10 Ribu Peserta Batch I Siap Masuk Dunia Kerja

MONITOR, Bekasi – Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan resmi memulai Program Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Batch I…

7 jam yang lalu

Tambang Tumbuh Pesat, Rakyat Tetap Miskin: Sudah saatnya Kita Mengoreksi Arah Kebijakan

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI, Rokhmin Dahuri, menyoroti paradoks serius dalam pengelolaan…

7 jam yang lalu