PARLEMEN

Kasus Karhutla, Pansus Akan Panggil Pemerintah Soal Ibu Kota Baru

MONITOR, Jakarta – Ketua Panitia Khusus (Pansus) Ibu Kota Negara Zainudin Amali mengatakan bahwa pihaknya akan meminta penjelasan dari pemerintah tentang wilayah Kalimantan Timur sebagai calon lokasi tempat Ibu kota nanti.

Pansus ingin mendapat penjelasan secara  rinci mengenai potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.

“Dengan kejadian yang ada, jadi fakta yang muncul dan kita akan tanyakan bagaimana (antisipasinya) kepada pemerintah,” kata Amali, di Komplek Parlemen, Senayan, Rabu (18/9).

Menurut dia, dari hasil kajian pemerintah menunjukkan wilayah calon Ibu kota baru minim risiko bencana. Teta[pi, kajian tersebut harus diklarifikasi dengan kondisi kekinian di wilayah itu. 

“Kita enggak mau salah, kita mau memutuskan secara tepat tetapi objektif,” kata dia.

Tidak hanya itu, ia pun memastikan Pansus berupaya menekan pandangan subjektif dalam mengkaji hasil riset pemerintah tentang Ibu kota baru. Pansus, sambung Amali,  juga akan menguliti rencana pembiayaan pembangunan ibu kota baru. Pemerintah berencana memindahkan ibu kota dengan dibiayai swasta 50%.

“Sumber pendanaan, dari mana, berapa, dan kapan. Kan angka-angka semua itu. Kan tidak bisa hanya dengan narasi-narasi yang kualitatif,” tutur Amali. 

Seperti diberitakan, Presiden Joko Widodo mengumumkan sebagian kawasan Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Kabupaten Kutai Kertanegara menjadi lokasi ibu kota baru. Wilayah ini dianggap minim risiko bencana, seperti banjir, gempa, tsunami, kebakaran hutan, gunung berapi, dan tanah longsor. 

Wilayah ini dinilai strategis karena berada di tengah Indonesia. Kawasan ini juga diapit perkotaan yang sedang berkembang, Balikpapan dan Samarinda. Sejumlah infrastruktur pendukung tersedia di wilayah tersebut.

Recent Posts

Wamenhaj Dorong Pelibatan Nonmuslim Dukung Pelayanan Jemaah Haji

MONITOR, Manado – Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mendorong pelibatan masyarakat…

4 menit yang lalu

Demo Polri, Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Astacita Tuntut Pembersihan Oknum dan Penegakan Sistem Merit

MONITOR, Jakarta - Sejumlah masa yang tergabung dalam Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Astacita (KoMPAS) menggelar…

4 jam yang lalu

Prof Rokhmin: Bantuan Ayam Petelur Harus Jadi Modal Awal Kemandirian Usaha

MONITOR, Cirebon - Bantuan ayam petelur kepada kelompok ternak harus menjadi modal awal untuk membangun…

7 jam yang lalu

Hasil Kunjungan Menag dari Italia, Indonesia Jadi Model Moderasi Beragama

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar membawa sejumlah peluang kerja sama internasional dari hasil…

10 jam yang lalu

Menteri UMKM: KUR Jadi Instrumen Perluasan Akses Modal Produktif UMKM

MONITOR, Bali – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan bahwa Kredit…

14 jam yang lalu

FISIP UIN Jakarta dan LW MUI Dorong Wakaf Produktif untuk Pemberdayaan Sosial

MONITOR, Jakarta -Wakaf produktif perlu dikembangkan dari praktik filantropi keagamaan menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi, pendidikan,…

1 hari yang lalu