Putra Ali Sadikin Diusulkan jadi Calon Wagub DKI

1969
Boy sadikin (dok: merdeka)

MONITOR, Jakarta – Pemilihan Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta bakal memasuki babak baru, dimana bakal ada calon alternatif yang akan diusulkan ketika salah satu calon dikabarkan bakal mengundurkan diri yakni Ahmad Syaikhu.

Momen ini dimanfaatkan oleh sebagian kalangan untuk mengandang-gadang jagoannya agar bisa diusulkan untuk menjadi calon wagub alternatif ketika Syaikhu benar-benar mundur dari pencalonan sebagai Wagub DKI.

Adalah Solidaritas Aksi Perubahan Untuk Jakarta (SAPU Jakarta) yang mendorong Boy Sadikin putra dari Mantan Gubernur Jakarta Ali Sadikin agar bisa di calonkan Partai Gerindra dan PKS sebagai calon gubernur Jakarta.

Ketua SAPU Jakarta, Harry Ara mengatakan, ditengah kebuntuan tidak cairnya suasana politik Ibukota tidak ada salah nama Boy Sadikin diusulkan untuk menjadi figur pengganti Sandiaga Uno.

“Saya rasa Bang Boy Sadikin jawaban dari kebuntuan itu. Secara moral dibalik suksesi Anies – Sandi dalam memenangkan Pilkada Jakarta ada seorang Boy Sadikin yang duduk sebagai ketua relawan Anies-Sandi,” tegas Ara.

Menurut Ara, karena Boy Sadikin mempunyai peran menghantarkan Anies-Sandi ke kursi Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta, maka tidak lah “berdosa” jika Gerindra dan PKS sebagai partai yang punya hak mengusung calon wakil gubernur memasukan nama Boy Sadikin untuk dipilih oleh DPRD DKI jadi Wagub DKI.

Apalagi dengan latar belakang pernah menjadi Wakil Ketua DPRD DKI, tentunya sosok Boy Sadikin bisa membantu Anies dalam melakukan koordinasi dengan baik dengan para wakil rakyat Jakarta yang jadi mitra kerja gubernur.

“Dengan pernah menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Boy Sadikin mempunyai nilai lebih untuk menjalin harmonisasi lebih baik antara eksekutif dan legislatif,” terangnya.

Tak hanya itu, dengan pernah menjabat sebagai Ketua DPD PDIP Jakarta, Boy pun punya komunikasi baik dengan pimpinan partai politik di Jakarta. Dan ini pun bisa membantu Anies untuk bisa melakukan komunikasi dengan tokoh-tokoh politik di Jakarta.